Badung

Kisah Eks Pengukir Kayu di Bali yang Kini Sukses Budi Daya Lele Sangkuriang

Sui Suadnyana, Agus Eka - detikBali
Senin, 10 Agu 2026 07:00 WIB
Foto: I Nyoman Miasa (35), memberi pakan untuk lele yang dibudayakannya di Banjar Panglan Delodan, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (9/8/2026). (Agus Eka/detikBali)
Badung -

Menguras air kolam menjadi salah satu rutinitas I Nyoman Miasa (35) di kawasan Banjar Panglan Delodan, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. Miasa menguras setengah air kolam setiap lima hari sekali.

Rutinitas itu dilakoni Miasa sebagai bagian dari upayanya merawat bibit lele sangkuriang. Kesibukan itu Miasa lakoni setelah memutuskan berhenti total dari profesi lamanya sebagai pengukir kayu.

Miasa kini sukses memutar haluan hidupnya menjadi pembudi daya lele sangkuriang. Usaha pembibitan yang ia rintis sejak 2017 tersebut kini mampu meraup omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan.

Varietas lele sangkuriang dipilih Miasa karena postur tubuhnya lebih panjang serta daya tahan yang lebih kuat terhadap serangan penyakit.

"Saya tertariknya budi daya lele ini dari keuntungannya ya lumayan. Mulai di pembibitan, saya mulai sejak 2017," kata Miasa saat ditemui di lokasi budidayanya, Minggu (9/8/2026).

Perjalanan Miasa membangun usaha pembibitan lele bermula secara tak sengaja pada 2012. Kala itu, ia hanya coba-coba peruntungan untuk membesarkan lele. Seiring berjalannya waktu, Miasa memilih fokus memproduksi bibit sendiri dengan modal awal belasan juta rupiah.

"Awalnya nyoba dari pertama memeliharanya itu 3.000 ekor untuk pembesaran, akhirnya nyoba di bibit. Modal awal itu Rp17 juta," tutur Miasa.



Simak Video "Video: Inter Miami Ditahan Imbang San Diego, Messi Cetak Gol Lagi"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork