Kasus Nakes Hina Pasien BPJS: 10 Nama Dikantongi-Burnout Bukan Pembenaran

Devandra Abi Prasetyo - detikBali
Jumat, 07 Agu 2026 07:58 WIB
Ilustrasi Dokter. Foto: Dok. Shutterstock
Denpasar -

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) telah mengantongi 10 nama tenaga kesehatan yang diduga menghina pasien BPJS Kesehatan melalui media sosial Threads. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses penelusuran dan investigasi masih berlangsung.

"Bisa jadi (bertambah). Ini kan nggak dihapus akunnya mereka kan," kata Pimpinan KKI Muhammad Syahril di Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026) dilansir detikHealth.

Syahril menjelaskan, tenaga kesehatan yang teridentifikasi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan di rumah sakit swasta, hingga dokter gigi.

"Kita bisa tahu semua di media sosial kan. PNS ada, swasta ada. Dokter gigi ada," sambungnya.

Meski demikian, KKI belum mengungkap identitas para tenaga kesehatan maupun fasilitas kesehatan tempat mereka bekerja. Menurut Syahril, kasus yang tengah ditangani saat ini lebih mengarah pada dugaan pelanggaran etik dalam penggunaan media sosial, bukan tindakan langsung terhadap pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.

Alasan Pasien BPJS Menunggu Lama

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah lamanya waktu tunggu pasien BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan. Kasus yang dialami Yurizal Tri Chaerawan, misalnya, disebut harus menunggu hingga delapan jam untuk memperoleh ruang perawatan.

Menurut Syahril, hal ini bisa terjadi karena membludaknya pasien BPJS Kesehatan yang sayangnya tidak diimbangi dengan fasilitas rumah sakit.

"Kalau pasien ada nunggu dua jam, tiga jam. Jangankan delapan jam, ada yang satu hari, ada yang dua hari. Karena memang ruangannya kosong, apalagi kalau membutuhkan ruang ICU," kata Syahril.

Syahril menambahkan bahwa pasien yang menganggap waktu tunggunya sangat lama apalagi yang membutuhkan ICU, bisa meminta rujukan ke rumah sakit lain.

"Boleh sekarang ini ya, rumah sakit yang ada di daerah itu atau di provinsi yang lain karena membutuhkan suatu penanganan," kata Syahril.

"Soalnya, kalau hanya berkutat di rumah sakit itu, ruang ICU-nya udah penuh terus nggak bakalan, kasihan pasiennya," sambungnya.

Simak Video "Video: Nakes Hina Pasien BPJS yang Curhat Nunggu 8 Jam, Alarm Apa?"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork