detikBali

Atlet Buleleng Prabawa Antar Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Atlet Buleleng Prabawa Antar Indonesia Juara Umum Piala Dunia Woodball 2026


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Atlet woodball asal Kabupaten Buleleng, Bali, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha. (Foto: KONI Buleleng)
Atlet woodball asal Kabupaten Buleleng, Bali, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha. (Foto: KONI Buleleng)
Buleleng -

I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha turut mengantar Indonesia meraih gelar juara umum kategori senior pada 10th World Cup Woodball Championship 2026 di Perlis, Malaysia. Dalam kejuaraan dunia yang berlangsung pada 24-30 Juli tersebut, Indonesia mengoleksi empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Prabawa menjadi bagian dari tim yang menyumbangkan medali emas pada nomor Fairway Competition Men's Team. Atlet asal Buleleng, Bali, itu memperkuat tim beregu putra Indonesia hingga berhasil mengalahkan tuan rumah Malaysia pada partai final.

Bagi Prabawa, tampil di ajang Piala Dunia bukan sekadar mengejar medali, tetapi juga kesempatan berharga untuk menambah pengalaman bertanding di level internasional. Ia pun mengaku bangga dapat menjadi bagian dari tim nasional yang mengantarkan Indonesia menjadi juara umum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kesannya sangat menyenangkan. Banyak hal baru yang saya dapat di World Cup Malaysia, seperti belajar menahan emosi, siap bermain di luar jadwal, menghadapi kondisi cuaca yang tiba-tiba hujan, dan bertemu dengan orang-orang dari seluruh dunia," kata Prabawa, Minggu (2/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, perjalanan menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Waktu untuk beradaptasi dengan lapangan sangat terbatas, sementara jadwal pertandingan berlangsung padat hingga malam hari. Kondisi cuaca yang kerap berubah juga menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta.

"Kendalanya waktu mencoba lapangan sangat minim. Waktu istirahat juga sangat sedikit karena pertandingan bisa sampai pukul delapan malam. Belum lagi cuaca yang tiba-tiba berubah menjadi hujan badai," ujarnya.

Momen yang paling membekas bagi Prabawa terjadi pada laga final melawan Malaysia. Saat itu, Indonesia sempat tertinggal 0-2 sebelum berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 dan memastikan medali emas.

"Itu menjadi pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan," ucapnya.

Prabawa menilai, persaingan di level dunia tidak hanya ditentukan kemampuan teknik. Mental bertanding, kekompakan tim, serta kemampuan mengendalikan emosi menjadi faktor penting dalam meraih kemenangan.

Selain emas dari nomor beregu putra, Indonesia juga meraih tiga medali emas lainnya melalui Moh Habibullah pada nomor Stroke Competition Men Single, pasangan Moh Habibullah dan Ahmad Yopi Solpianda pada nomor Fairway Competition Men Double, serta pasangan Bibit Setyaningati dan Ika Yulianingsih pada nomor Fairway Competition Women Double.

Dominasi Indonesia juga berlanjut di kategori remaja melalui pasangan Zukhfura Jasminne Verinda dan Leandra Aliyyah Dahayu. Mereka meraih emas pada nomor Youth Competition Girls Double.

Sementara itu, dua medali perak diraih Ika Yulianingsih pada nomor Stroke Competition Women Single dan pasangan Nur'izza Nova Mindayati/June C. Ardiningrum pada nomor Fairway Competition Women Double. Adapun satu medali perunggu dipersembahkan tim Stroke Competition Women Team.

Ketua Pengurus Kabupaten Indonesia Woodball Association (IWbA) Buleleng, Sang Made Fernanda Iragraha, mengatakan keberhasilan Prabawa menunjukkan atlet hasil binaan Buleleng mampu bersaing di level internasional.

"Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Buleleng dan diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih serta berani bermimpi tampil membela Indonesia di ajang dunia," ujar Fernanda.



(iws/iws)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads
LIVE