Solidaritas Jurnalis Bali Tuntut Prabowo Minta Maaf soal 'Londo Ireng'

Rizki Setyo Samudero - detikBali
Minggu, 02 Agu 2026 11:07 WIB
Solidaritas Jurnalis Bali gelar aksi menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataan Londo Ireng di depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Minggu (2/8/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Sejumlah jurnalis menggelar aksi solidaritas di depan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Bali. Para jurnalis yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataannya yang melabeli profesi wartawan sebagai 'Londo Ireng'.

Ketua AJI Denpasar, Ni Kadek Novi Febriani, mengungkapkan para jurnalis bekerja untuk kepentingan publik dan mengawasi kerja pemerintah. Menurutnya, salah satu fungsi pers adalah sebagai kontrol sosial.

"Tuduhan terhadap profesi ini juga dinilai tidak mendasar dan tidak tepat dilontarkan seorang presiden. Karena jurnalis bekerja untuk menyampaikan fakta ke publik, bukan untuk kepentingan asing," kata Febri, Minggu (2/8/2026).

SJB menilai Prabowo telah melecehkan profesi jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi Indonesia. Dalam konteks sejarah Indonesia, Londo Ireng adalah istilah yang digunakan untuk menyebut 'antek asing' atau kelompok yang bekerja untuk orang asing dibandingkan negaranya sendiri.

Pernyataan Prabowo itu juga dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap mandat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Padahal, negara wajib menciptakan iklim dan lingkungan yang memungkinkan pers bekerja secara bebas, aman, profesional, dan bertanggungjawab.

Koordinator aksi, Rizki Setyo, menambahkan SJB mendesak Prabowo meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya soal Londo Ireng. Menurutnya, Pelabelan Londo Ireng juga bentuk penghinaan terhadap kelompok yang kritis terhadap pemerintah seperti LSM, akademisi dan pengamat.

"Jika pers dan pihak-pihak yang menyuarakan kritik dibungkam dengan stigmatisasi negatif, hal ini secara terang-terangan memperlihatkan wajah pemerintahan yang antikritik dan alergi terhadap pengawasan publik," kata Rizki.

Dalam aksi terebut, SJB juga menyediakan kain putih bagi masyarakat yang merasakan kekecewaan dan kekesalan terhadap pernyataan Prabowo. Masyarakat tampak antusias untuk menandatangani petisi tersebut.

"Jurnalis harus mengabarkan yang sebenarnya, kalau bagus ya bagus, kalau buruk harus diberitakan juga apa adanya," kata Moch Decky Apriadi, salah seorang warga yang hadir di aksi tersebut.

SJB juga menggelar teatrikal yang menghadirkan tokoh Presiden Prabowo, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco. Hal ini sebagai gambaran bahwa wakil rakyat saat ini tidak menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.



Simak Video "Video Top 5: Prabowo Mau Jadi BA Kopi hingga "Londo Ireng""

(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB