detikBali

700 Cangkir Kopi Gratis Ludes Diserbu Warga saat Tumpek Krulut di Buleleng

Terpopuler Koleksi Pilihan

700 Cangkir Kopi Gratis Ludes Diserbu Warga saat Tumpek Krulut di Buleleng


Made Wijaya Kusuma - detikBali

Pengunjung mengantre untuk mendapatkan kopi gratis traktiran Gubernur Bali Wayan Koster dalam perayaan Tumpek Krulut di Singaraja, Sabtu (1/8/2026).
Pengunjung mengantre untuk mendapatkan kopi gratis traktiran Gubernur Bali Wayan Koster dalam perayaan Tumpek Krulut di Singaraja, Sabtu (1/8/2026). (Foto: Made Wijaya Kusuma/detikBali)
Buleleng -

Sebanyak 700 cangkir kopi gratis ludes diserbu warga di Bichito Coffee, Singaraja, Buleleng, saat peringatan Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang Bali, Sabtu (1/8/2026). Tingginya antusiasme pengunjung membuat stok bahan baku habis dan pemesanan ditutup lebih awal.

Program berbagi kopi gratis yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali itu dipusatkan di dua coffee shop di Buleleng. Salah satunya Bichito Coffee di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja.

Sejak siang hingga malam, kedai kopi tersebut dipadati pengunjung. Mereka datang bergantian bersama pasangan, teman, maupun keluarga untuk menikmati kopi gratis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pengelola membagi pelayanan menjadi dua sesi, yakni pukul 11.00-14.00 Wita dan dilanjutkan pukul 17.00 Wita hingga malam. Skema itu diterapkan karena kapasitas mesin kopi UMKM tidak memungkinkan penyajian dalam jumlah besar sekaligus.

"Kalau kopi tidak bisa dibuat sekaligus dalam jumlah besar. Karena itu kami atur dua sesi supaya pelayanan tetap maksimal," kata Owner Bichito Coffee, Wayan Sudira.

ADVERTISEMENT

Menurut Sudira, antusiasme warga jauh melampaui perkiraan. Hingga pukul 20.00 Wita, sekitar 700 cangkir kopi yang disiapkan habis dibagikan.

Program tersebut, lanjut Sudira, tak hanya meningkatkan kunjungan ke kedainya, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan produk UMKM lokal kepada masyarakat.

"Terima kasih sudah mempercayakan Bichito Coffee menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program Hari Kasih Sayang Bali. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut karena dampaknya sangat positif bagi UMKM," ujarnya.

Pengunjung Rela Mengantre

Salah seorang pengunjung, Ayin, mengaku mengetahui kegiatan itu dari media sosial. Meski baru pertama kali datang ke Bichito Coffee, ia rela mengantre demi menikmati kopi gratis bersama temannya.

"Di sini dari jam 6 sore. Tahu infonya dari medsos. Awalnya teman yang dapat info lebih dulu," ujarnya.

Bagi Ayin, Tumpek Krulut bukan tradisi yang asing. Sejak kecil ia mengenalnya sebagai hari persembahyangan yang sarat makna kasih sayang. Tahun ini, ia merayakannya dengan menikmati secangkir kopi bersama teman.

Kenalkan Hari Kasih Sayang Bali

Program berbagi kopi gratis merupakan inisiatif Gubernur Bali Wayan Koster untuk memperingati Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai Hari Kasih Sayang Bali.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghidupkan kembali makna Tumpek Krulut di tengah masyarakat.

Menurutnya, selama ini masyarakat lebih mengenal Valentine's Day sebagai momentum mengungkapkan kasih sayang. Padahal, Bali memiliki tradisi serupa melalui Tumpek Krulut.

"Ini mengingatkan masyarakat bahwa Bali juga memiliki Hari Kasih Sayang, yaitu Tumpek Krulut, yang berakar pada tradisi dan budaya sendiri," kata Supriatna.

Ia menjelaskan coffee shop dipilih karena telah menjadi ruang berkumpul anak muda. Dengan konsep tersebut, pesan tentang makna Tumpek Krulut diharapkan lebih mudah diterima.

"Anak-anak muda sekarang banyak berkumpul di coffee shop. Jadi bukan sekadar minum kopi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat dan memahami kembali nilai kasih sayang yang diwariskan dalam tradisi Bali," pungkasnya.



(dpw/dpw)









Hide Ads
LIVE