Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng diminta untuk memperkuat sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) di sekolah. Permintaan itu dilayangkan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Buleleng.
Ketua FAD Buleleng, Kadek Dwi Herawati, mengatakan anak-anak yang berkepribadian introver menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban perundungan di sekolah. Namun, mereka kerap memilih diam karena takut atau malu.
Anak introver, tutur Hera, umumnya memiliki interaksi sosial yang lebih terbatas sehingga lebih mudah menjadi sasaran bullying. Di sisi lain, mereka juga kesulitan menceritakan pengalaman yang dialaminya, bahkan kepada guru bimbingan konseling (BK).
"Anak-anak yang introver ini rawan terkena bullying. Selain menjadi korban, mereka juga punya rasa takut untuk mengungkapkannya. Walaupun sudah ada guru BK di sekolah, tetap saja bagi anak introver itu sulit untuk bercerita," kata Hera seusai peringatan Hari Anak Nasional di Buleleng, Kamis (23/7/2026) malam.
Hera berharap Pemkab Buleleng lebih gencar melakukan sosialisasi pencegahan bullying dengan pendekatan yang mampu menjangkau anak-anak yang kesulitan menyampaikan persoalannya.
"Semoga sosialisasi lebih digencarkan, terutama untuk anak-anak yang tidak bisa mengungkapkan hal tersebut," harap Hera.
(hsa/hsa)