Bangkai ikan setan merah atau yang lebih dikenal red devil (Amphilophus labiatus) berceceran di tepi Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Ikan itu mati massal akibat semburan belerang.
Pantauan detikBali, ratusan bangkai ikan red devil terlihat mengambang di kolong anjungan sisi barat dermaga Desa Kedisan. Aroma amis juga tercium dalam jarak 2 meter.
Beberapa bangkai ikan red devil juga terlihat beberapa meter di sisi barat bantaran danau. Kondisi fisik bangkai ikan predator itu sudah memutih karena diduga sudah mati sejak beberapa hari lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, bercak belerang juga terlihat di danau dari kejauhan. Terlihat warna air Danau Batur berubah menjadi hijau terang atau pucat akibat semburan belerang.
"Yang banyak mati ikan red devil. Ikan liar itu. Bukan ikan nila," kata salah seorang petambak keramba jala apung yang enggan menyebut nama saat ditemui detikBali di Dermaga Desa Kedisan, Kamis (23/7/2026).
Petambak itu mengatakan banyak ikan nila di keramba juga terdampak luapan belerang. Ratusan ikan di tambak banyak yang berusaha mencari oksigen dengan menjulurkan moncongnya di permukaan air. Walhasil, semua petambak memilih untuk tidak mendatangi kerambanya untuk membiarkan ikan nila berusaha mencari oksigen.
"Karena ketika airnya kena belerang, itu jadi nggak ada oksigennya. Jadi, ikannya bernafas nyari oksigen di permukaan. Selama itu, nggak ada petambak berani mengecek kerambanya," katanya.
Petambak itu mengatakan beberapa petambak sudah memanen ikan nila yang dibudidayakannya lebih awal untuk mencegah kerugian. Sebagian warga lain ada yang menangkap sisa ikan red devil yang masih hidup untuk dikirim ke Kecamatan Negara, Jembrana.
Ikan red devil dibudidayakan warga di Jembrana untuk diolah jadi tepung ikan. Ikan yang dianggap hama itu dihargai Rp 2.000 per kilogram (kg).
"Tetapi ikannya tidak beracun. Karena air danau mengandung belerang itu dampaknya hanya kurang oksigen saja. Jadi ikannya tidak bisa bernafas. Tetapi tidak beracun," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, luapan belerang di Danau Batur terjadi sejak beberapa hari lalu. Belerangnya mulai meluap di bantaran danau di Desa Buahan dan di Desa Abang Dukuh.
Luapan belerang itu mengalir mengikuti arus air danau yang terhempas angin hingga ke sisi barat. Kepolisian mengonfirmasi telah melakukan patroli sejak kandungan belerang meluap dari dasar danau.
Sejak itu, petambak diimbau agar tidak menebar benih ikan nila untuk mencegah kerugian. Selain itu, petambak juga diimbau untuk mengubur ikan nila yang mati gegara belerang, alih-alih membuang bangkainya ke danau.
(hsa/hsa)