Maestro dongeng, permainan tradisional, dan penulis Bali, Made Taro, tutup usia, Kamis (23/7/2026). Made Taro mengembuskan napas terakhir setelah sebulan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara akibat penyakit jantung. Sosok yang lekat dengan dunia anak-anak itu meninggal dunia dalam usia 87 tahun, tepat di Hari Anak Nasional.
"Meninggal dunia Kamis dini hari, pukul 01.21 Wita," ujar Direktur RSUD Bali Mandara, Putra Dharma Jaya, kepada detikBali, Kamis.
Made Taro dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bali Mandara pada Kamis 25 Juni 2026 pukul 22.27 Wita. "Almarhum meninggal karena ada kelainan jantung," jelasnya.
Diketahui, pada 25 Juni setelah dibawa ke IGD, Made Taro mendapatkan penanganan di ruang rawat inap. Pada 29 Juni, ia dibawa ke ruang HCU. Kemudian, pada 4 Juli dipindah ke ICU sebelum akhirnya kembali ke ruangan rawat inap.
Setelah berjuang cukup lama, pria kelahiran Desa Sengkidu, Karangasem 6 April 1939, itu pun mengembuskan napas terakhir.
Dharma Jaya menyebut jenazah Made Taro sudah dikembalikan ke pihak keluarga beberapa jam setelah meninggal dunia, tepatnya pukul 05.00 Wita. "Sudah dibawa keluar, dan dibawa ke rumah duka di Dharma Yadnya," pungkasnya.
Simak Video "Indonesia Sehat Dimulai dari Kita"
(hsa/nor)