Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Buleleng mengkaji pengadaan teknologi drone untuk operasi pemadaman. Hal itu dilakukan setelah petugas kesulitan menjangkau titik api saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 48,6 hektare di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali.
Kepala Damkartan Buleleng, I Gede Arya Suardana, mengatakan karakter kebakaran hutan berbeda dengan kebakaran permukiman. Selain akses menuju lokasi yang sulit, dia berujar, petugas juga kerap kesulitan mendapatkan sumber air.
"Kebakaran hutan dan lahan yang sulit dijangkau tentu perlu peralatan yang berbeda. Di samping armada tidak bisa masuk, pasokan air juga tidak ada," kata Arya Suardana, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, salah satu teknologi yang mulai dipertimbangkan adalah drone pemadam. Meski begitu, Arya menekankan pengadaan alat tersebut masih perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
"Kalau anggaran mencukupi, nanti bisa kami kondisikan," imbuhnya.
Simak Video "Video: Kisah Heroik Pria Asal Indramayu Dapat Penghargaan dari Presiden Korsel"
(iws/iws)