Mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD Moh Ruslan Mataram mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat lagi dioperasikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram kini berupaya mengajukan bantuan pengadaan unit baru kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar layanan diagnostik di rumah sakit tersebut dapat kembali optimal.
"Ya memang saya sudah dilaporkan soal itu. MRI kita rusak, padahal MRI itu kan sangat vital, mendeteksi semua kebutuhan pasien," kata Wali Kota Mataram Mohan Roliskana saat dikonfirmasi, Senin (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mohan mengungkapkan, manajemen RSUD Moh Ruslan telah menyampaikan bahwa biaya perbaikan mesin MRI sangat tinggi. Selain itu, proses perbaikannya juga dinilai cukup rumit sehingga pengadaan unit baru menjadi opsi yang lebih realistis.
"Kemarin dijelaskan bahwa MRI ini memang mahal sekali, untuk memperbaikinya juga agak rumit. Makanya sekarang ini kami lagi pikirkan, karena rumah sakit itu harus ada MRI. Itu vital sekali (soalnya)," ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Mataram telah mengusulkan pengadaan mesin MRI melalui proposal yang diajukan kepada Kementerian Kesehatan.
"Yang saya tahu Buk Dir (Direktur RSUD Moh Ruslan) sudah mengajukan usulan, proposal pengajuan ke Kemenkes untuk bisa dibantu pengadaan itu. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya," terangnya.
Selain memperjuangkan pengadan alat kesehatan, Pemkot Mataram tengah menimbang rencana pengembangan fasilitas layanan lainnya di RSUD Moh Ruslan. Yakni penambahan klinik spesialis hingga ruang rawat inap, mengingat kapasitasnya masih terbatas.
"Buk Dir rencananya kan mau menambah poli dan termasuk juga ruang rawat inap. Karena memang ruang ruang rawat inap kita sangat terbatas disitu. Ini kira-kira harus ditimbang-timbang mana yang lebih prioritas untuk saat ini," ujar Mohan.
"RSUD Ruslan ini jadi rumah sakit rujukan dan (menjadi) harapan masyarakat banyak. Jadi saya minta ke Buk Dir bukan hanya kreatif dalam hal program-programnya, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur disitu," pungkasnya.