detikBali

Satu Anggota Paskibra Karangasem Mengundurkan Diri

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Satu Anggota Paskibra Karangasem Mengundurkan Diri


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Paskibra Kabupaten Karangasem saat mengikuti latihan di Lapangan Tanah Aron, Karangasem, Jumat (17/7/2026). (foto: I Wayan Selamat Juniasa)
Foto: Paskibra Kabupaten Karangasem saat mengikuti latihan di Lapangan Tanah Aron, Karangasem, Jumat (17/7/2026). (I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Satu anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Karangasem bernama I Gede Vila Astrawan Putra dari SMAN 1 Kubu mengundurkan diri. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karangasem I Ketut Indra Sutawan mengungkapkan alasan pengunduran itu bersifat pribadi.

"Surat pengunduran dirinya sudah kami terima, terkait alasan kami tidak bisa kasih tahu. Karena itu bersifat subjektif kami tidak mau ikut campur karena masalah di internal," kata Sutawan, Jumat (17/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesbangpol langsung mengganti Vila Astrawan dengan peserta lain dan saat ini sudah mengikuti latihan. Penggantinya merupakan peserta yang peringkatnya lebih rendah saat seleksi sebelumnya.

Menurut Sutawan, anggota Paskibra yang mengundurkan diri tersebut sama sekali tidak pernah mengikuti kegiatan sejak dinyatakan lolos. Mulai dari persiapan, pengukuran seragam, sepatu dan yang lainnya, ia tidak pernah hadir. Hingga akhirnya ia mengaku ingin mengundurkan diri.

ADVERTISEMENT

"Tapi kami tidak mau hanya pernyataan lisan, harus ada surat yang harus ditandatangani. Nanti surat pengunduran diri tersebut sebagai dasar kami untuk menggantinya dan sekarang sudah selesai penggantinya sudah mulai ikut latihan," ujar Sutawan.

Menurut Sutawan, seluruh materi latihan ditangani langsung dari Kodim 1623/Karangasem. Diketahui, ada 50 anggota Paskibra yang terdiri dari 25 laki-laki dan 25 perempuan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kubu I Ketut Suba mengungkapkan siswa yang mundur dari Paskibra Karangasem itu mengakui alasannya adalah permasalahan keluarga. Namun, Suba juga tidak mengetahui lebih rinci masalah tersebut lantaran belum bertemu langsung.

"Sebelum pemusatan latihan, kami sempat undang untuk pembekalan bersama siswa lain yang juga lolos. Tapi yang bersangkutan tidak hadir," ucap Suba.

Pihaknya juga belum bisa bertemu karena beberapa kali dihubungi tidak dijawab. Terlebih saat ini, sekolah sedang sibuk menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa yang baru.

"Kami juga berencana untuk menghubungi orang tua siswa tersebut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga siswanya harus mengundurkan diri dari Paskibra," ujar Suba.



(hsa/hsa)










Hide Ads