detikBali

Pemain Kerap Sundul Bola saat Latihan dan Bertanding, Amankah bagi Otak?

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Pemain Kerap Sundul Bola saat Latihan dan Bertanding, Amankah bagi Otak?


Tim detikHealth - detikBali

Pesepak bola Timnas Indonesia Kadek Arel Priyatna (kiri) menyundul bola dihadang penjaga gawang Timnas Timor Leste Alexandre Oscar Lima (kanan) dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala ASEAN U-19 Boys Championship atau AFF U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/7/2024). ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/sgd/nym.
Foto: Pesepakbola Timnas Indonesia Kadek Arel Priyatna (kiri) menyundul bola dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala ASEAN U-19 Boys Championship di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/7/2024). (ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)
Jakarta -

Pemain sepakbola kerap menyundul bola saat latihan maupun bertanding. Sundulan kepala bahkan bisa menjadi salah satu senjata yang kerap menentukan hasil pertandingan, termasuk kepala desa.

Bagi pemain sepakbola level elit, kemampuan memainkan bola dengan kepala tentunya Pemain bisa menyundul bola hingga belasan kali dengan kecepatan yang bervariasi saat latihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter spesialis bedah saraf Lamina Hospital, Victorio, mengatakan risiko cedera pada otak dari aktivitas menyundul bola tentu ada. Namun, itu bisa dikatakan sangat kecil.

Rio yang pernah berbincang dengan salah satu atlet sepakbola profesional mengatakan pemain sudah tidak lagi merasakan sakit saat menyundul bola karena saking seringnya latihan.

ADVERTISEMENT

"Karena mereka sudah punya teknik yang baik. Jadi bagaimana menyundul bola dengan kecepatan tinggi mungkin atau kecepatan sedang. Dilakukan tapi tidak sampai membuatnya nyeri," kata Rio, Selasa (14/7/2026) dilansir dari detikHealth.

Risiko cedera pada kepala atau otak mungkin akan lebih besar jika sundulan itu dilakukan oleh mereka yang amatir atau tidak mengerti bagaimana menyundul dengan aman.

Rio menambahkan bahwa bagian kepala paling lemah adalah di belakang. Hal ini karena struktur tulang di kepala bagian belakang adalah yang paling sedikit.

"Dan tadi berhubungan dengan sundul menyundul, kebetulan yang paling depan termasuk yang paling kuat. Makannya tidak bermasalah kalau yang bola," jelas Rio.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(hsa/hsa)










Hide Ads