detikBali
Internasional

Mayoritas Warga Jepang Tak Mau Hidup Sampai 100 Tahun, Ini Alasannya!

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Mayoritas Warga Jepang Tak Mau Hidup Sampai 100 Tahun, Ini Alasannya!


Suci Risanti Rahmadania - detikBali

Kaisar Jepang Naruhito menyapa publik dalam sebuah penampilan terbuka yang berlangsung di Istana Kekaisaran, Tokyo, Senin (23/2), bertepatan dengan peringatan ulang tahunnya yang ke-66. Momen tersebut menjadi perhatian warga dan simpatisan yang memadati area sekitar istana untuk menyampaikan ucapan selamat secara langsung. REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Foto: Ilustrasi warga Jepang. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Denpasar -

Mayoritas warga Jepang ternyata tidak ingin hidup hingga usia 100 tahun. Padahal, Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Jumlah penduduk yang berusia 100 tahun atau lebih bahkan terus bertambah setiap tahunnya.

Dilansir dari detikHealth, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, mengungkapkan terdapat 90.526 penduduk yang berusia 100 tahun atau lebih hingga September 2022. Angka tersebut meningkat sekitar 4.000 orang dibandingkan September 2021.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, survei yang dilakukan Japan Hospice Palliative Care Foundation yang berbasis di Distrik Kita, Kota Osaka, menunjukkan hasil yang berbeda. Yayasan tersebut menggandeng sebuah lembaga riset untuk melakukan survei daring pada September 2022 terhadap sekitar 1.000 responden, terdiri dari sekitar 500 pria dan 500 wanita berusia 20 hingga 70-an tahun dari seluruh Jepang.

Responden dalam survei tersebut ditanya apakah mereka ingin hidup hingga usia lebih dari 100 tahun. Hasilnya, hanya 22% responden yang menjawab ingin hidup hingga usia tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebaliknya, sekitar 70 hingga 80% responden di seluruh kelompok usia mengaku tidak ingin hidup sampai usia 100 tahun atau lebih. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, persentase perempuan yang menjawab tidak ingin mencapai usia 100 tahun lebih tinggi, yakni 83,5%, dibandingkan pria yang sebesar 72,4%.

"Kami terkejut mengetahui bahwa jumlah orang yang ingin hidup lebih dari 100 tahun jauh lebih sedikit daripada yang kami bayangkan. Seiring usia 100 tahun menjadi sesuatu yang makin realistis untuk dicapai, orang-orang mungkin mulai mempertanyakan apakah mereka benar-benar akan bahagia jika hidup selama itu," ujar perwakilan yayasan.

Survei tersebut juga mengungkap sejumlah alasan banyak warga Jepang enggan hidup hingga usia 100 tahun. Alasan yang paling banyak dipilih responden adalah tidak ingin merepotkan orang lain dengan persentase mencapai 59%. Temuan ini menunjukkan banyak warga Jepang khawatir akan bergantung pada keluarga atau orang lain ketika memasuki usia lanjut.

Selain itu, 48,2% responden mengaku khawatir kondisi fisik akan makin menurun sehingga kualitas hidup ikut berkurang.

Kekhawatiran lain yang turut memengaruhi adalah masalah ekonomi. Sebanyak 36,7% responden juga mengaku khawatir terhadap kondisi finansial jika harus menjalani hidup hingga usia yang sangat tua.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(hsa/hsa)









Hide Ads