detikBali

Suka Simpan Telur Rebus di Kulkas? Ini Batas Aman Mengonsumsinya

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Suka Simpan Telur Rebus di Kulkas? Ini Batas Aman Mengonsumsinya


Elmy Tasya Khairally - detikBali

Boiled eggs are placed in a serving dish.
Ilustrasi telur rebus. (Foto: Getty Images/iStockphoto/prayong kotjuk)
Daftar Isi
Denpasar -

Mengonsumsi telur rebus setiap hari dapat meningkatkan asupan protein dan menyediakan vitamin penting untuk kesehatan. Sebagian orang memiliki kebiasaan menyimpan telur rebus di dalam kulkas. Namun, ketahuilah batas aman penyimpanan telur rebus dalam kulkas agar kualitasnya terjaga.

Dilansir dari detikHealth, sebutir telur rebus mengandung sekitar 77 kalori. Juga memiliki 6 gram protein berkualitas tinggi, 5 gram lemak, 1,6 gram lemak jenuh, hingga zat besi, vitamin, mineral, dan karotenoid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Metode pengolahan telur juga dapat mempengaruhi nilai gizinya. Jika telur digoreng, maka bisa ada tambahan lemak jenuh. Sedangkan, merebus telur dapat mempertahankan sebagian besar manfaat dan nutrisinya.

Batas Aman Konsumsi Telur Rebus dari Kulkas

Spesialis gizi klinik, dr Raissa E Djuanda, menjelaskan telur rebus yang telah dikupas maupun tidak bisa disimpan di kulkas selama kurang lebih sepekan atau tujuh hari. Lebih dari batas waktu tersebut, telur rebus sudah tidak layak dikonsumsi.

ADVERTISEMENT

"Bisa terjadi pertumbuhan bakteri, meskipun di dalam kulkas," kata dr Raissa kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Meski mudah didapat, kualitas telur rebus tetap perlu diperhatikan sebelum memakannya. Telur yang sudah basi dapat menimbulkan gejala gangguan pencernaan.

"Seperti mual, muntah, diare, kram perut, demam," kata dr Raissa.

Ciri-ciri Telur Sudah Busuk

Anda dapat mengetahui berapa lama telur sudah disimpan di kulkas dengan memperhatikan cangkang telur dan isinya. Menurut laman MedicineNet, telur rebus yang sudah rusak atau busuk bisa dikenali dari bau dan tampilannya.

Beberapa ciri-ciri sudah busuk dan tidak layak konsumsi, antara lain mengeluarkan bau yang menyengat, asam, atau busuk. Selain itu, permukaan telur bisa juga berlendir atau bertepung.

Perhatikan pula putih telur yang biasanya tampak kehijauan atau berubah warna. Jika sudah begitu, telur bisa saja mengandung bakteri.

Tips Menyimpan Telur Rebus di Kulkas

Penyimpanan telur di kulkas sendiri dapat membantu memperlambat pertumbuhan bakteri. Sebab, bakteri biasanya tumbuh lebih lambat pada suhu di bawah 4 derajat celsius.

Berikut adalah beberapa tips menyimpan telur dalam kulkas:

  • Dinginkan telur rebus dalam waktu dua jam setelah dimasak.
  • Simpan telur rebus di rak bagian dalam kulkas.
  • Untuk mendapatkan kualitas terbaik, simpan telur rebus yang belum dikupas dalam karton telur atau wadah kedap udara.
  • Tidak disarankan membekukan telur rebus karena akan membuat bagian putih dan kuningnya menjadi keras serta berair. Hal ini membuat telur kurang nikmat dimakan.
  • Kupas telur saat siap mengonsumsinya atau memasaknya.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads