Suasana berbeda terlihat di gedung eks bioskop Tabanan Theatre yang berada di kawasan Pasar Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu. Bangunan yang biasanya sunyi, gelap, bahkan terkesan angker justru dibuat ramai oleh puluhan warga yang datang untuk bernostalgia ke era 90-an.
Gedung yang terlantar lebih dari satu dekade tersebut kembali hidup berkat acara layar tancap bertajuk Kembali 90 #2.
Kegiatan layar tancap ini digelar oleh kolaborasi antar komunitas yakni seni Tabanan, PALKA, dan Asa Films. Tanpa dekorasi mewah, suasana nostalgia berhasil tercipta hanya dengan layar berukuran 2x3 meter dan deretan kursi plastik merah yang disusun rapi.
Meski sederhana, antusiasme warga sangat tinggi. Sebagian besar penonton bahkan merupakan mereka yang pernah merasakan masa kejayaan Tabanan Theatre.
Film yang diputar pun sangat ikonik yakni Jaka Swara produksi 1990 yang dibintangi oleh Rhoma Irama dan Camelia Malik. Salah satu penonton yang larut dalam suasana nostalgia malam itu adalah Wati (58), seorang pedagang kacamata yang telah berjualan di Pasar Sari Harapan sejak tahun 1990.
Wati mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan gedung tersebut karena ia mulai merintis usaha di sana tepat setelah menikah.
"Pementasan film jadul memutar kembali memori masa muda saya. Dulunya kompleks ini jadi primadona masyarakat," ujar perempuan asal Lumajang, Jawa Timur ini.
Dia mengatakan, suasana ramai yang tercipta menjadi penawar rindu akan masa-masa emas pasar yang kini perlahan mulai sepi.
"Kangen sudah pasti. Masih ingat dulu ramai-ramainya. Terutama saat suasana Hari Raya Galungan dan Kuningan," tutur wanita yang kini menetap di Desa Sanggulan tersebut.
Sementara Wayan Dwitanaya, dari PALKA menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Asa Films untuk menghidupkan kembali ruang publik di Tabanan. Alasan pemilihan eks bioskop Tabanan Theatre karena gedung ini memiliki nilai historis yang panjang sebagai pusat hiburan dan tempat berkumpul anak muda pada era 90-an.
"Ini sebetulnya pemutaran film yang kedua. Yang pertama pada Februari 2026. Waktu itu kami putar film Lupus," ujar Dwitanaya.
Kehadiran para pedagang dari Pasar Sari Harapan yang berada di bawah gedung tersebut menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara. Baginya, para pedagang tersebut merupakan saksi hidup yang merasakan langsung masa kejayaan gedung ini puluhan tahun silam sebelum akhirnya terbengkalai.
Pihaknya pun berencana untuk terus mengembangkan kegiatan ini tidak sekadar sebagai hiburan. Namun juga menjadi ruang diskusi yang bermanfaat bagi masyarakat Tabanan.
Simak Video "Kerlip Redup Layar Tancap Nur Iyan"
(nor/nor)