detikBali
Internasional

Israel Ancam Bergerak Sendiri ke Iran, Ben-Gvir Sebut AS Naif

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Israel Ancam Bergerak Sendiri ke Iran, Ben-Gvir Sebut AS Naif


Novi Christiastuti - detikBali

FILE PHOTO-Israels Minister of National Security Itamar Ben-Gvir speaks with the media as he attends the weekly cabinet meeting in the prime ministers office in Jerusalem, March 19, 2023. Abir Sultan/Pool via REUTERS
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. (Foto: Abir Sultan/Pool via REUTERS)
Denpasar -

Israel mengisyaratkan siap bergerak sendiri menghadapi Iran meski Amerika Serikat (AS) tengah mendorong jalur damai dengan Teheran. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, bahkan menyebut AS "sangat naif" jika percaya Iran akan menghentikan program nuklirnya.

"Amerika sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel," kata Ben-Gvir dalam wawancara dengan televisi Israel, dilansir detikNews, Rabu (24/6/2026).

Ben-Gvir menegaskan Israel tidak bisa menggantungkan keamanan negaranya kepada pihak lain, termasuk sekutu terdekatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjadi tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut muncul di tengah perbedaan sikap antara Washington dan Tel Aviv terkait pendekatan terhadap Iran. Perselisihan baru-baru ini juga mencuat terkait serangan-serangan Israel di Lebanon yang diklaim menargetkan kelompok Hizbullah saat AS dan Iran sedang menjalani perundingan untuk mencapai perdamaian jangka panjang.

Menteri garis keras yang dikenal kontroversial itu juga menegaskan tidak ada keadaan yang dapat memaksa Israel mengikuti arahan negara lain.

Menteri tersebut mengatakan bahwa "tidak ada keadaan" yang dapat memaksa Israel untuk bekerja "sesuai dengan perintah seorang teman, bahkan jika teman itu benar-benar hebat".

AS dan Israel selama ini menuduh Iran menjalankan program nuklir dan rudal yang dinilai mengancam Israel serta negara-negara kawasan yang bersekutu dengan Washington.

Namun, Teheran berulang kali menegaskan program nuklirnya bertujuan damai dan tidak ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir maupun mengancam negara lain.

Bayang-bayang Konflik Iran-Israel

Ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel sebelumnya memuncak setelah kedua negara melancarkan serangan skala besar terhadap Teheran pada 28 Februari lalu. Serangan itu memicu rentetan serangan balasan Iran yang menargetkan Israel serta aset-aset militer AS di sejumlah negara Timur Tengah.

Pertempuran kemudian mereda setelah gencatan senjata yang dimediasi Pakistan berlaku pada 8 April lalu.

Meski demikian, berbagai aksi saling serang masih mewarnai masa gencatan senjata sebelum akhirnya tercapai kesepakatan damai awal pada Juni.

Sebagai bagian dari upaya perdamaian, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik pada 17 Juni. Dokumen tersebut ditujukan sebagai landasan menuju kesepakatan damai permanen antara kedua negara.



(dpw/dpw)









Hide Ads