detikBali
Internasional

Damai dengan AS, Iran Dikabarkan Dapat Pendanaan Rp 5.000 Triliun

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Internasional

Damai dengan AS, Iran Dikabarkan Dapat Pendanaan Rp 5.000 Triliun


Novi Christiastuti - detikBali

Iran and US flags [CARLOS BARRIA/POOL/AFP via Getty Images]
Foto: Bendera Iran dan AS. (dok. CARLOS BARRIA/POOL/AFP via Getty Images)
Teheran -

Iran dikabarkan mendapatkan pendanaan swasta sebesar US$ 300 miliar atau lebih dari Rp 5.000 triliun atas perdamaian dengan Amerika Serikat (AS) untuk memicu aliran investasi. Lebih dari separuh pendanaan swasta itu disebut telah dikucurkan.

Hal itu diungkapkan seorang sumber yang mengetahui langsung kesepakatan AS-Iran saat berbicara kepada Reuters. Sumber ini berbicara secara anonim karena rencana itu belum diumumkan ke publik. Penandatanganan resmi dijadwalkan di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Informasi soal pendanaan swasta untuk Iran itu telah dilaporkan sebelumnya. Namun, Reuters mengungkapkan untuk pertama kalinya lebih dari separuh pendanaan tersebut telah dikucurkan dan pendanaan itu akan sepenuhnya berasal dari dana sektor swasta.

Sumber yang dikutip Reuters menegaskan pendanaan baru ini merupakan sarana investasi swasta, bukan program rekonstruksi atau reparasi, dan tidak akan mencakup uang atau hibah pemerintah.

ADVERTISEMENT

Perusahaan-perusahaan yang berbasis di AS, negara-negara Teluk Arab, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika dikatakan telah setuju untuk berkomitmen memberikan pendanaan tersebut. Investasi yang dijanjikan mencakup sektor energi, logistik, manufaktur, dan transportasi.

Seorang sumber senior Iran mengatakan secara terpisah kepada Reuters bahwa Teheran awalnya meminta US$ 400 miliar sebagai kompensasi atas kerusakan perang dari AS. Namun, Washington menegaskan tidak akan memberikan kompensasi semacam itu. Gagasan untuk pendanaan swasta itu, yang akan dinamai "Dana Rekonstruksi dan Pembangunan", kemudian muncul.

Mekanisme tersebut, menurut sumber Iran itu, mengatur berbagai cara kontribusi. Cara-cara itu mencakup pengamanan pinjaman, pembentukan jalur kredit, atau pembiayaan langsung untuk rekonstruksi lokasi-lokasi yang rusak akibat perang, termasuk fasilitas-fasilitas seperti kompleks Baja Mobarakeh, kilang minyak, bandara-bandara, dan secara lebih luas, infrastruktur yang terkena dampak konflik.

Sumber itu menambahkan pendanaan investasi ini terpisah dari jalur negosiasi paralel terkait pencabutan sanksi AS dan pencairan asset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Pendanaan investasi ini tidak akan dibentuk atau dioperasikan sampai kesepakatan akhir tercapai. Nota kesepahaman atau MoU antara AS dan Iran, setelah ditandatangani, dimaksudkan untuk mengatur prosesnya selama 60 hari ke depan.

"Dana itu hanya akan dibentuk setelah kesepakatan akhir ditandatangani. Selama 60 hari ini, administrator pendanaan akan bekerja sama dengan warga Iran dan para investor untuk merencanakan dan menentukan ruang lingkup proyek," sebut sumber tersebut.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)










Hide Ads