detikBali

Mengenal Green School Bali: Sekolah Berbasis Ekologi di Badung

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Mengenal Green School Bali: Sekolah Berbasis Ekologi di Badung


Sui Suadnyana, Arga Fahreza - detikBali

Green School Bali. (Foto: bali.greenschool.org)
Foto: Green School Bali. (Foto: bali.greenschool.org)
Badung -

Memilih sekolah bukan hanya mempertimbangkan fasilitas fisik atau biaya, melainkan juga kurikulum dan lingkungan belajar di dalamnya. Green School Bali hadir dengan menawarkan pendidikan berbasis ekologis bagi para siswanya.

Kesadaran lingkungan menjadi isu yang makin krusial. Pengenalan terhadap isu lingkungan sejak dini merupakan langkah penting. Hal inilah yang ditekankan dalam metode pengajaran di Green School Bali.

Sejarah dan Pendirian

Sekolah ini didirikan oleh pasangan John Hardy dan Cynthia Hardy pada 2008 di Desa Abiansemal, Badung. Lokasinya tidak jauh dari aliran Sungai Ayung. Pendiriannya terinspirasi dari film dokumenter An Inconvenient Truth serta konsep Three Springs. Awalnya, sekolah ini hanya menampung 90 siswa, tetapi kini berkembang pesat dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 500 orang.

Visi dan Kurikulum

Visi sekolah ini adalah menjadi komunitas pembelajar yang mewujudkan dunia berkelanjutan. Misi yang diusung adalah mendidik untuk keberlanjutan melalui pembelajaran kewirausahaan yang terintegrasi dengan komunitas, di lingkungan alami tanpa dinding pembatas.

Terdapat empat pendekatan belajar yang diterapkan di Green School Bali:

  1. Hubungan holistik antara siswa dengan sesama serta lingkungan.
  2. Praktik langsung dan pelibatan siswa dalam setiap eksperimen.
  3. Aksi nyata terhadap permasalahan lingkungan.
  4. Pemahaman perilaku di tingkat lokal yang berdampak secara global.

Melalui metode learning by doing, siswa diharapkan memiliki empati serta pemahaman mendalam tentang alam dan keberlanjutan sehingga kelak menjadi agen perubahan lingkungan.

Fasilitas Ramah Lingkungan

Salah satu daya tarik utama sekolah ini adalah bangunan-bangunan yang seluruhnya berbahan bambu. Penggunaan bambu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah di daerah tropis serta sifatnya yang ramah lingkungan karena mudah terurai.

Selain itu, fasilitas penunjang lainnya meliputi stasiun kompos, aquaponics centre, pusat manajemen sampah, laboratorium biobus, dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro sebagai sumber energi terbarukan. Lokasi sekolah yang asri, dikelilingi sungai dan pepohonan besar, mendukung suasana belajar yang tenang dan memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan ekosistem alam.

Jenjang Pendidikan dan Biaya

Green School Bali memiliki empat jenjang pendidikan, yakni pendidikan usia dini (PAUD) untuk usia 3-5 tahun, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Sekolah ini juga menawarkan kursus singkat bagi masyarakat umum. Mengenai biaya, terdapat perbedaan tarif antarjenjang dan program. Sebagai gambaran, biaya jenjang SMA bisa mencapai Rp 300 juta, sementara biaya kursus singkat dimulai dari Rp 2,7 juta.

Di bawah naungan Yayasan Kul Kul, ijazah dari sekolah ini diakui secara resmi oleh negara dengan kekhususan kurikulum yang berbeda dari kurikulum nasional. Bagi siswa yang berencana melanjutkan ke perguruan tinggi, pihak sekolah menyediakan layanan konsultasi terkait administrasi ijazah.




(hsa/hsa)











Hide Ads