Puluhan pecinta budaya Jepang, anime, dan cosplayer memadati Trans Studio Mall (TSM) Bali, Minggu (14/6/2026). Lewat event Japan Live, pengunjung disuguhi beragam hiburan bertema Jepang yang penuh warna, kreatif, dan interaktif.
Salah satu rangkaian yang paling menarik perhatian adalah coswalk competition yang diikuti sekitar 47 cosplayer. Para peserta tampil dengan totalitas mengenakan kostum karakter favorit dari berbagai gim dan budaya pop Jepang, lengkap dengan detail busana, riasan wajah, hingga properti pendukung.
Selain kompetisi cosplay, Japan Live juga menghadirkan berbagai aktivitas lain bernuansa Jepang. Mulai dari penyewaan baju khas Jepang (yukata), tarot, merchandise, hingga aneka makanan dan minuman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General Manager Trans Studio Bali, I Nyoman Sutarjana, mengatakan Japan Live menjadi event bertema Jepang pertama yang digelar pihaknya. Acara ini diharapkan menjadi ruang bagi komunitas pecinta budaya Jepang di Bali untuk berkumpul dan berekspresi.
"Tujuannya untuk meyakinkan komunitas bahwa mereka punya tempat untuk membuat acara di Trans Studio Bali. Sebelumnya kami juga sudah mengadakan event K-pop, dan sekarang kami ingin memfasilitasi komunitas pecinta budaya Jepang," ujar Sutarjana saat ditemui di sela acara, Minggu (14/6/2026).
Sementara itu, Head of Marketing Communications Trans Entertainment, Triya Filia Santi, menyebut antusiasme pengunjung dan peserta sangat baik. Ia mengatakan Japan Live tidak hanya menghadirkan cosplay, tetapi juga berbagai unsur budaya Jepang lainnya.
"Kurang lebih ada 47 peserta coswalk yang tampil hari ini. Kami ingin menghadirkan sebuah festival Jepang yang lengkap di Bali, bukan hanya cosplay, tetapi juga ada budayanya, makanannya, hingga parade. Harapannya pengunjung bisa merasakan keseruan Japan Live," kata Triya.
Untuk menambah kemeriahan, Trans Studio Bali menghadirkan sejumlah bintang tamu seperti Yorinne, Kohisekai, dan Sekai Mate. Sementara kompetisi coswalk dinilai oleh Kuroarth, Sisy, dan Jetsukii, dengan Wiwien sebagai pembawa acara.
Salah satu peserta cosplay, Fiol, tampil sebagai karakter Elysia dari gim Honkai Impact. Ia mengaku mengikuti acara tersebut untuk melepas penat sekaligus kembali menyalurkan hobinya setelah lama tidak menggunakan kostum karakter.
"Sudah lama tidak pakai kostum. Sekarang ingin mencoba lagi, sekalian healing juga karena sekarang sudah kerja. Jadi kalau ada waktu luang, saya ikut event seperti ini," ujar Fiol.
Ia juga memilih membeli kostumnya sendiri karena sulit menemukan tempat penyewaan yang menyediakan karakter yang diinginkan.
"Kalau aku lebih pilih beli karena tidak banyak tempat rental yang punya kostum yang aku mau," ujarnya.
Hal serupa dirasakan Candra yang tampil sebagai karakter Navia dari gim Genshin Impact. Ia kembali mengikuti cosplay setelah sekitar dua tahun vakum karena kesibukan kuliah.
"Karena banyak tugas kuliah, saya ingin jalan-jalan dan me-refresh pikiran. Jadi ikut event ini untuk healing," kata Candra.
Berbeda dengan Fiol, Candra memilih menyewa kostumnya karena dinilai lebih hemat dan fleksibel untuk berganti karakter.
"Saya cepat bosan, jadi lebih memilih rental karena bisa gonta-ganti karakter dan lebih hemat," ujarnya.
Ia menambahkan, pagelaran cosplay di area taman bermain memberikan pengalaman berbeda karena peserta bisa bertemu sesama cosplayer sekaligus menikmati wahana bersama teman-teman.
(dpw/dpw)