detikBali

Mengolah Daun-daun Gugur Jadi Kompos

Terpopuler Koleksi Pilihan

Mengolah Daun-daun Gugur Jadi Kompos


Sui Suadnyana, Krisna Pradipta - detikBali

Pembuatan pupuk kompos dari KTH Abang Lestari, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (Krisna Pradipta/detikBali)
Foto: Pembuatan pupuk kompos dari KTH Abang Lestari, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (Krisna Pradipta/detikBali)
Tabanan -

Kelompok Tani Hutan (KTH) Abang Lestari, Desa Baturiti, Tabanan, mengembangkan program usaha berbasis perhutanan sosial. Program ini sebagai upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Terdapat dua kelompok usaha yang dijalankan KTH Abang Sari dalam skema perhutanan sosial, yaitu agroforestri dan agrowisata. Pada sektor agroforestri, kelompok tidak hanya melakukan penanaman berbagai jenis tanaman produktif, tetapi juga mengembangkan usaha pengolahan kompos untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat.

"Pembuatan kompos ini baru berjalan satu tahun dengan memanfaatkan daun-daun yang gugur di kawasan hutan sebagai bahan baku," terang Ketua KTH Abang Lestari, I Wayan Sunarya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui proses pengolahan yang ramah lingkungan, limbah organik yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini diubah menjadi pupuk yang bernilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi kesuburan tanah.

ADVERTISEMENT

Meski masih tergolong baru, usaha kompos ini terus berkembang seiring peningkatan kebutuhan pupuk organik di kalangan petani di kawasan Baturiti. Selain menjadi solusi pengelolaan sampah organik, usaha ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi anggota kelompok.

"Hasil produksi kompos saat ini sebagian besar dimanfaatkan untuk kebutuhan internal kelompok, terutama untuk mendukung penyemaian dan pembibitan tanaman," tambah Sunarya.

KTH Abang Lestari mampu menghasilkan hingga 500 sak pupuk kompos dalam satu bulan. Jumlah tersebut menunjukkan potensi besar usaha pengolahan pupuk organik dalam mendukung sektor pertanian, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.

"Pemanfaatannya untuk kelompok terlebih dahulu, terutama kebutuhan semai bibit. Namun, saat ini distribusi juga sudah sampai ke luar Desa Abang, seperti Baturiti, Candikuning hingga Bangli," ujar Sunarya.

Melalui pengembangan usaha kompos berbasis bahan organik lokal, KTH Abang Lestari membuktikan perhutanan sosial tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.




(iws/iws)










Hide Ads