Karangasem mencatat peningkatan perolehan medali dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Meski demikian, peningkatan tersebut belum mampu mendongkrak posisi kontingen Karangasem di klasemen akhir yang tetap berada di urutan kedelapan dari sembilan kabupaten/kota peserta.
Pada Porjar Bali 2026, Karangasem mengumpulkan total 173 medali yang terdiri atas 31 emas, 47 perak, dan 95 perunggu. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan Porjar 2025, saat Karangasem meraih 141 medali dengan rincian 27 emas, 29 perak, dan 84 perunggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Gusti Bagus Budiadnyana, mengatakan bahwa peningkatan tersebut menjadi indikator positif dari pembinaan atlet pelajar yang terus berjalan. Pihaknya berharap prestasi tersebut bisa terus ditingkatkan lagi untuk ke depannya.
"Secara jumlah medali, capaian tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan pembinaan atlet oleh sekolah, pelatih serta dukungan pemerintah dan masyarakat mulai membuahkan hasil," kata Budiadnyana, Sabtu (13/6/2026).
Pada Porjar 2026 tersebut, Kabupaten Karangasem menurunkan atlet sebanyak 228 orang yang berlaga di 20 cabang olahraga serta tiga cabang ekshibisi. Kontingen tersebut didukung oleh anggaran daerah melalui DPA Disdikpora sebesar Rp 1,74 miliar yang digunakan untuk membiayai seluruh atlet, 72 pelatih dan official.
Budiadnyana menegaskan, keberhasilan untuk meningkatkan prestasi pada Porjar tahun ini tidak bisa hanya dilihat dari posisi klasemen akhir saja, tetapi juga perlu diapresiasi peningkatan kualitas atlet dan jumlah medali yang diraih.
"Porjar merupakan bagian dari pembinaan jangka panjang. Prestasi ini menjadi fondasi untuk melahirkan atlet Karangasem yang mampu bersaing di tingkat Bali, nasional, hingga internasional ke depannya," ujar Budiadnyana.
Ia juga mengaku jika capaian 173 medali tersebut menjadi catatan positif bagi dunia olahraga Karangasem. Karena di balik raihan tersebut, terdapat kerja keras atlet, dedikasi pelatih serta dukungan dari berbagai pihak dalam melahirkan bibit unggul di dunia olahraga.
(nor/nor)