detikBali

BPS: Kunjungan Turis Asing ke Bali Turun, tapi Hunian Hotel Justru Naik

Terpopuler Koleksi Pilihan

BPS: Kunjungan Turis Asing ke Bali Turun, tapi Hunian Hotel Justru Naik


Fabiola Dianira - detikBali

Wisatawan berjalan di dermaga saat akan menyeberang ke Pulau Nusa Penida menggunakan kapal cepat di Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (27/12/2024).  Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa menyiagakan 58 kapal di Pelabuhan Sanur menyusul terjadinya pergerakan wisatawan domestik maupun mancanegara sebanyak 4.000 - 6.000 per harinya selama periode liburan Tahun Baru 2025 yang menyeberang ke destinasi wisata di Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.
Ilustrasi - Wisatawan berjalan di dermaga saat akan menyeberang ke Pulau Nusa Penida menggunakan kapal cepat di Pelabuhan Sanur, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)
Denpasar -

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kunjungan turis asing ke Pulau Dewata pada periode April 2026 mengalami penurunan secara tahunan. Namun, saat jumlah wisatawan mancanegara menyusut, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Bali justru meningkat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, jumlah kunjungan wisman ke Bali pada April 2026 mencapai 553.328 kunjungan. Angka tersebut turun 6,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, TPK hotel berbintang di Bali pada April 2026 tercatat sebesar 57,94 persen. Angka tersebut naik 0,71 poin dibandingkan April 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agak anomalinya karena wismannya turun. Di tengah turunnya wisman, tapi nilai TPK-nya berhasil mengalami peningkatan," ujar Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan di Denpasar, Selasa (2/6/2026).

ADVERTISEMENT

Agus menjelaskan TPK tidak hanya dipengaruhi jumlah tamu yang menginap. Melainkan juga dipengaruhi jumlah kamar yang tersedia untuk dijual pada periode tertentu.

Ia mencontohkan, apabila sebuah hotel memiliki 100 kamar dan 50 kamar terjual, maka TPK mencapai 50 persen. Namun, ketika jumlah kamar yang tersedia meningkat menjadi 200 kamar dan yang terjual 80 kamar, maka TPK justru turun menjadi 40 persen.

"Jadi itu tergantung pada ketersediaan kamar dan jumlah kamar yang laku terjual. Mungkin di bulan ini, jumlah kamar yang tersedia tidak sebanyak bulan lalu, sementara yang laku terjual lebih banyak dibandingkan dengan bulan sebelumnya," imbuhnya.

Agus menuturkan tidak semua kamar hotel selalu tersedia setiap saat. Selain itu, dia berujar, bertambahnya kamar baru yang masuk ke pasar juga dapat mempengaruhi perhitungan TPK.




(iws/iws)










Hide Ads