detikBali

14 SDN yang Minim Siswa di Klungkung Akan Digabung

Terpopuler Koleksi Pilihan

14 SDN yang Minim Siswa di Klungkung Akan Digabung


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Siswa SDN 2 Tihingan tengah melaksanakan uji coba OSN di ruang guru, di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (2/6/2026).
Siswa SDN 2 Tihingan tengah melaksanakan uji coba OSN di ruang guru, di Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali, Selasa (2/6/2026) (Foto: Fatih Kudus Jaelani)
Klungkung -

14 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang memiliki jumlah siswa sedikit di Kabupaten Klungkung akan digabungkan. Kebijakan penggabungan SD tersebut dilakukan Pemkab Klungkung sebagai upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung I Ketut Sujana menerangkan rencana regrouping sudah mulai dikerjakan. Akan ada 14 SDN yang akan digabung menjadi 7 SDN. Sekolah tersebut terdiri dari 8 SDN di Kecamatan Nusa Penida, dan 6 sekolah di Kecamatan Banjarangkan.

"Ya, jadi ada 14 SDN yang sudah mulai kita akan regrouping. Jadi ini kita lakukan untuk mengantisipasi juga kebijakan dari pusat untuk pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang syarat minimalnya 60 siswa. Di bawah itu nanti tidak mendapatkan BOS. Kalau begini, nantinya bisa-bisa akan membebankan APBD. Ini juga jadinya tidak bisa maksimal," papar Sujana pada detikBali, Selasa (2/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, kendala yang akan dihadapi dalam upaya regrouping adalah adanya penolakan dari orang tua siswa dan komite. Saat ini proses penggabungan dalam tahap pendekatan dengan komite, pemerintah desa dan orang tua murid. Menurutnya, tahapan ini (pendekatan) cukup krusial mengingat pengalaman sebelumnya ada keberatan dari orang tua siswa hingga regrouping itu tertunda sampai 2 tahun.

"Demi keamanan dan kenyamanan, Tri Pendidikan itu (pemerintah, masyarakat, komite) wajib dilibatkan dan saat ini kami masih dalam pendekatan dengan komite dan desa," terangnya.

ADVERTISEMENT

Adapun sekolah yang akan dilebur di Nusa Penida terdiri dari SDN 3 Kutampi digabung ke SDN 5 Kutampi. SDN 2 Tanglad digabung dengan SDN 1 Tanglad, SDN 2 Sekartaji dengan SDN 1 Sekartaji, dan SDN 6 Ped dengan SDN 2 Ped. Sedangkan SDN di Kecamatan Banjarangkan yang akan digabung yakni, SDN 1 Negari digabung dengan SDN 3 Negari, SDN 2 Negari dengan SDN 2 Banjarangkan, dan SDN 2 Tihingan dengan SDN 3 Tihingan.

Pantauan detikBali di salah satu sekolah yang akan digabung yakni SDN 2 Tihingan di Kecamatan Banjarangkan, memperlihatkan minimnya jumlah siswa di sekolah tersebut. Dari 6 kelas, total siswa berjumlah 56 anak dengan rincian, Kelas 1 sebanyak 7 siswa, kelas 2 sebanyak 6 siswa, kelas 3 sebanyak 11 siswa, kelas 4 sebanyak 9 siswa, kelas 5 sebanyak 11 dan kelas 6 sebanyak 11 siswa.

Plt Kepala SDN 2 Tihingan Ni Wayan Ekawati menerangkan, regrouping SDN 2 Tihingan dengan SDN 3 Tihingan juga pernah diusulkan tahun sebelumnya. Namun usulan Disdikpora Klungkung dengan alasan minimnya siswa tersebut mendapatkan penolakan dari orang tua siswa dan juga komite sekolah.

"Karena orang tua tidak mau. Itu sebabnya diulur lagi rencana ini. Tapi sekarang mau lagi, pasti orang tua tidak setuju," jelas Ekawati.

Ia menjelaskan selama ini tetap mendapatkan BOS. Kendati demikian, jika aturan terbaru tidak memungkinkan, ia akan mengembalikan kebijakan tersebut pada orang tua siswa yang keberatan untuk pindah ke SDN 3 Tihingan.

"Karena dirasa akan jauh. Sejauh ini kami juga belum mengetahui rencana itu yang tahun ini. Biasanya kami akan dipanggil oleh pihak dinas," papar Ekawati.

Adapun untuk penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027, ia optimis akan dapat siswa yang lebih banyak dari sebelumnya.




(mud/mud)










Hide Ads