Round Up

Nasib 13 WNI Bayar Rp 300 Juta tapi Gagal Naik Haji

Fabiola Dianira - detikBali
Senin, 25 Mei 2026 08:29 WIB
Foto: Salah seorang calon jemaah haji nonprosedural diperiksa, beberapa waktu lalu. (Dok. Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai)
Badung -

Petugas Imigrasi Bandara Ngurah Rai, Badung, Bali, telah menahan keberangkatan 13 orang yang diduga hendak berangkat haji secara nonprosedural alias ilegal. Cita-cita mereka naik haji kandas. Padahal, masing-masing orang sudah membayar hingga Rp 300 juta.

Kasatreskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKP R. Ritonga mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap para calon jemaah haji ilegal itu. Mereka mengungkapkan telah mendaftar haji pada pihak tertentu dengan biaya ratusan juta rupiah. Sementara, ongkos haji reguler berkisar Rp 87 juta, serta ONH plus sebesar Rp 197 juta sampai Rp 720 juta.

"Dalam penyelidikan sementara, para calon jemaah mengaku mendaftar melalui pihak tertentu yang menawarkan paket haji dengan biaya berkisar Rp 250 juta hingga Rp 300 juta per orang," ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Dari Bali Hendak ke Malaysia

Dari hasil pemeriksaan, mereka diarahkan lebih dulu berkumpul di Bali sebelum diterbangkan ke Malaysia. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menuju Arab Saudi.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 13 paspor Republik Indonesia, dua bukti pemesanan tiket Malaysia Airlines, serta 12 dokumen foto iqama Arab Saudi.

Selain itu, sejumlah calon jemaah mengaku sebelumnya pernah menjalani umrah menggunakan visa kerja. Mereka kemudian diarahkan membuat iqama atau izin tinggal resmi di Arab Saudi yang disebut akan dipakai untuk ibadah haji dakhili atau haji domestik bagi pemegang izin tinggal di Arab Saudi.

"Sejumlah calon jemaah juga mengaku sebelumnya pernah melaksanakan umrah menggunakan visa kerja serta diarahkan membuat iqama yang disebut akan digunakan untuk ibadah haji dahili," imbuhnya.

Adapun identitas calon jemaah yang diperiksa masing-masing berinisial R, Mj, S, H, AR, ARd, O, AH, Mu, HK, NM, MS, dan N. Mereka berasal dari sejumlah daerah, seperti Banyuwangi, Sidoarjo, Denpasar, Kulon Progo, hingga Makassar.



Simak Video "Video: Ongkos Haji Turun Rp 2 Juta, Pemerintah Tanggung Rp 1,77 T Imbas Harga Avtur Naik"


(hsa/hsa)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork