Wanti-Wanti Ekonom ke Pemerintah Usai Rupiah Babak Belur

Herdi Alif Al Hikam - detikBali
Jumat, 15 Mei 2026 23:10 WIB
Ilustrasi. (Foto: Ari Saputra)
Denpasar -

Mata uang rupiah babak belur ditekan dolar Amerika Serikat (AS). Bahkan, nilai tukar rupiah kini sudah tembus rekor di level Rp 17.500. Besaran nilai tukar ini sudah sangat jauh dari target yang ditetapkan dalam APBN tahun ini.

Ekonom Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita membeberkan beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah agar rupiah menguat. Pertama, menjaga kredibilitas fiskal dan APBN agar pasar yakin defisit tetap terkendali.

Menurut Ronny, kepercayaan pasar harus dipulihkan kembali. Hal itu bertujuan agar investor yang tadinya menarik modalnya, kembali menyuntikkan dananya ke Indonesia sehingga dapat menyeimbangkan nilai tukar.

"Pasar keuangan sangat sensitif terhadap persepsi. Kadang satu pernyataan pejabat saja bisa membuat rupiah masuk angin lebih cepat dari yang dibayangkan," ujar Ronny, Jumat (15/5/2026), dikutip dari detikFinance.

Selanjutnya, Ronny mendorong pemerintah agar memperkuat ekspor dan memperbesar devisa hasil ekspor suplai Dolar AS di dalam negeri lebih kuat. Kebijakan baru DHE menurutnya harus dioptimalkan untuk menjaga nilai tukar.

Selain itu, dalam jangka waktu panjang pemerintah diharapkan mempercepat hilirisasi dan substitusi impor. Hal itu dilakukan supaya ketergantungan terhadap barang impor bisa ditekan.



Simak Video "Video: Jawab Keluhan Pedagang, Purbaya Ungkap Jurus Atasi Rupiah Melemah"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

detikNetwork