Kondisi jalan penghubung Desa Sidemen, Karangasem, menuju Klungkung mengalami kerusakan parah. Jalan tersebut viral di TikTok karena menyebabkan banyak pengendara mengambil jalur berlawanan karena menghindari lubang.
"Misteri jalur yang tertukar. Pernah lewat sini ga?" tulis pemilik video @_atih_.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam video terlihat kondisi jalan yang rusak ditambah padatnya lalu lintas truk membuat sejumlah kendaraan kerap mengambil jalur berlawanan demi menghindari lubang. Truk bermuatan pasir disebut paling sering melebar ke kanan sehingga kendaraan kecil terpaksa mengalah.
Dalam video, perekam memprotes kondisi tersebut sangat membahayakan pengendara. Jalan yang rusak itu diketahui sepanjang kurang lebih 15 kilometer (km). Jalan tersebut dipenuhi lubang dan disebut kerap memicu kecelakaan hingga menelan korban jiwa.
Camat Sidemen I Nyoman Swenegara membenarkan kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, banyak titik jalan berlubang yang membahayakan pengendara, terlebih jalur itu setiap hari dilintasi truk pengangkut material galian C.
"Rusaknya cukup parah dari arah Padang Tunggal hingga ke perbatasan Klungkung. Sepanjang jalan tersebut juga sudah sangat sering viral di media sosial," kata Swenegara, Senin (11/5/2025).
Ia menjelaskan, sejak menjabat sebagai Camat Sidemen kurang dari satu tahun, dirinya sudah dua kali melaporkan kondisi jalan itu ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali karena status jalan berada di bawah kewenangan provinsi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem juga disebut berulang kali menyampaikan laporan serupa agar perbaikan segera dilakukan.
"Karena banyak jalan yang berlubang cukup parah, kalau belum bisa diperbaiki secara menyeluruh minimal ditambal dulu titik-titik jalan yang berlubang supaya tidak membahayakan pengendara. Namun hingga saat ini belum juga diperbaiki," ujar Swenegara.
Kecelakaan lalu lintas disebut cukup sering terjadi di jalur Sidemen-Klungkung. Pengendara motor terjatuh saat menghindari lubang, hingga truk mengalami kerusakan seperti as patah.
"Karena kondisi itu, cukup sering terjadi kecelakaan di sepanjang jalur Sidemen-Klungkung. Jatuh karena menghindari jalan berlubang atau truk mengalami as patah," ucap Swenegara.
Selain rawan kecelakaan, jalur tersebut juga kerap mengalami kemacetan. Selain dipicu insiden kendaraan, sejumlah truk disebut sering parkir di badan jalan yang sempit sehingga menghambat arus lalu lintas.
"Padahal di sepanjang jalan tersebut ada rest area, tapi hanya sedikit truk yang mau berhenti di sana kebanyakan memilih berhenti di pinggir jalan," kata Swenegara.
Pihak kecamatan berharap Pemerintah Provinsi Bali segera melakukan perbaikan agar tidak semakin banyak pengguna jalan menjadi korban akibat kondisi jalan berlubang.
(nor/nor)