detikBali

BTR Ultra 2026 Digelar 15-17 Mei, Soroti Isu Sampah di Hutan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

BTR Ultra 2026 Digelar 15-17 Mei, Soroti Isu Sampah di Hutan


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Konferensi pers Bali Trail Run Ultra 2026 di Bali International Hospital, Sanur, Denpasar (9/5/2026).
Konferensi pers Bali Trail Run Ultra 2026 di Bali International Hospital, Sanur, Denpasar (9/5/2026). (Foto: Rizki Setyo/detikBali)
Denpasar -

Bali Trail Run (BTR) Ultra kembali digelar pada 2026. Ajang lari lintas alam edisi ketujuh itu berlangsung pada 15-17 Mei dengan sejumlah kategori yang melibatkan masyarakat sekitar Kintamani dan Batur.

Race Director BTR Ultra, I Putu Agus Darmayuda, mengatakan terdapat lima kategori umum dan satu kategori anak-anak. Untuk kategori umum dimulai dari 7 kilometer (km), 18 km, 30 km, 60 km, hingga 100 km.

"Jadi anak-anak pun memang kita kemas kategori yang family friendly, jadi bukan hanya bapaknya ibunya yang bisa race, tapi mereka bisa bawa satu keluarga ke sini, agar anaknya juga mulai cinta alam, olahraga. Itu tujuan kita," kata Agus saat konferensi pers di Bali International Hospital, Sanur, Denpasar, Sabtu (9/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menuturkan kegiatan ini turut melibatkan masyarakat sekitar Kintamani dan Batur, Bangli. Menurutnya, BTR Ultra bukan milik komunitas maupun pihak tertentu, melainkan milik bersama.

ADVERTISEMENT

Dia juga melihat antusiasme masyarakat sekitar sangat tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Kita mengusung di event tahun ini BTR for Ultra. Jadi BTR Ultra bukan saya, bukan punya BCA, bukan punya BKSDA, bukan punya panitia. Tapi event ini adalah milik semua masyarakat," beber Agus.

Ketua BTR I Made Budiana berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat, tidak hanya bagi peserta tetapi juga lingkungan sekitar.

"Event ini tujuannya bukan untuk kesenangan para pelari atau orang yang menjalani kegiatan itu, tetapi ingin memberikan manfaat kepada semua orang bahkan ke lingkungan pun," jelas dia.

BKSDA Soroti Persoalan Sampah

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Ratna Hendratmoko mengingatkan para pelari agar peduli terhadap persoalan sampah selama berada di kawasan hutan.

"Pemenang dari kegiatan ini bukan pemenang ego podium tapi pemenang ketika dia mampu menunjukkan kepada publik dia peduli dan mencintai alam," ujar Moko.

Menurutnya, persoalan yang perlu dievaluasi dari pelaksanaan BTR Ultra tahun lalu adalah sampah. Karena itu, dia meminta panitia mengedukasi peserta agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Dan bagaimana event ini mampu menginspirasi publik bagaimana event mampu memberikan dampak kepada publik bahwa kita menikmati alam, kita juga harus menghargai alam, bangga dengan kawasan konservasi," tandas Moko.




(dpw/dpw)










Hide Ads