Anggota Komisi IX DPR RI Sihar Sitorus mendorong program 1 Puskesmas 1 Psikolog menjadi agenda nasional. Menurutnya, puskesmas harus menjadi garda terdepan layanan kesehatan mental yang mudah diakses masyarakat hingga tingkat kecamatan.
Sihar menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki infrastruktur yang memadai untuk menghadirkan layanan kesehatan mental secara merata. Saat ini terdapat lebih dari 10.292 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi dan menjadi fasilitas kesehatan primer paling dekat dengan masyarakat.
Namun, menurutnya, layanan kesehatan mental di puskesmas masih belum optimal karena minim tenaga psikolog.
"Kita punya gedungnya. Kita punya orangnya. Yang tidak kita punya adalah keputusan untuk menyatukan keduanya demi rakyat. Program 1 Puskesmas 1 Psikolog bukan ide baru yang sulit, ia adalah keputusan kebijakan yang selama ini belum diambil," kata Sihar, Jumat (8/5/2026).
Ia menyebut setiap tahun lebih dari 14.700 sarjana psikologi lulus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Namun, hanya sekitar 700 orang yang memperoleh sertifikasi sebagai psikolog berpraktik dan sebagian besar bekerja di sektor swasta, industri, maupun pendidikan.
Menurut Sihar, kondisi tersebut menunjukkan persoalan utama bukan pada ketiadaan sumber daya manusia, melainkan belum adanya keberpihakan kebijakan untuk menempatkan psikolog di fasilitas layanan kesehatan primer.
Puskesmas Dinilai Jadi Solusi Akses Layanan
Sihar mengatakan puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang paling memungkinkan untuk memperluas akses layanan kesehatan mental masyarakat, terutama di daerah yang belum memiliki layanan psikolog maupun fasilitas kesehatan jiwa.
Ia menilai rendahnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental dipengaruhi belum tersedianya layanan di banyak wilayah.
"Kita tidak bisa terus menunggu masyarakat yang harus jauh-jauh mencari psikolog. Psikolog harus hadir di tengah masyarakat, di puskesmas yang sudah ada, di kecamatan-kecamatan mereka," ujarnya.
Menurut Sihar, program 1 Puskesmas 1 Psikolog juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi lulusan psikologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan mental yang terjangkau.
"Program 1 Puskesmas 1 Psikolog menjawab dua hal sekaligus, membuka lapangan kerja bagi sarjana psikologi kita, dan memenuhi hak rakyat atas layanan kesehatan mental yang merata dan terjangkau," kata Sihar.
Dorong Dukungan Pemerintah Daerah
Sihar juga mendorong pemerintah daerah mengambil langkah proaktif melalui penganggaran APBD dan rekrutmen tenaga psikolog lokal untuk ditempatkan di puskesmas.
Ia menegaskan layanan kesehatan mental harus diperlakukan setara dengan layanan kesehatan fisik yang selama ini sudah lebih dahulu diperkuat pemerintah.
"Untuk kesehatan fisik, pemerintah sudah bergerak. Tapi manusia bukan hanya tubuh, ia juga jiwa. Kita perlu kebijakan yang memperlakukan kesehatan jiwa setara dengan kesehatan fisik," tegasnya.
Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Sihar menyatakan akan mengawal isu tersebut melalui fungsi legislasi dan pengawasan anggaran di bidang kesehatan.
"Psikolog harus hadir di tengah masyarakat, di puskesmas yang sudah ada, di kecamatan-kecamatan mereka. Bukan menunggu masyarakat yang harus jauh-jauh mencari pertolongan. Ini bukan kemewahan. Ini adalah tanggung jawab negara," pungkas Sihar.
Simak Video "Video: IDAI Soroti Poster Film 'Aku Harus Mati', Dinilai Picu Bunuh Diri"
(dpw/dpw)