Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Rai Wahyuni Sanjaya turun langsung dalam aksi kemanusiaan bertajuk 'Bergerak dan Berbagi' yang digelar secara roadshow di Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri. Perempuan yang akrab disapa Bunda Rai ini menyapa warga di Desa Sesandan dan Abiantuwung.
Selain itu, Bunda Rai juga menyalurkan bantuan bedah kamar untuk warga di Banjar Kalanganyar (Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan) dan Banjar Sangulan (Banjar Anyar, Kecamatan Kediri). Ia turut didampingi berbagai unsur penting daerah, mulai dari anggota DPRD Tabanan, Ketua GOW Budiasih Dirga, Ketua DWP Tabanan, hingga jajaran perangkat daerah, camat, serta pengurus TP PKK di tingkat kabupaten dan kecamatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bersama-sama memberikan sedikit perhatian dan oleh-oleh untuk bapak ibu sekalian, dan juga anak-anak bunda. Sebagai bentuk kepedulian kami, memberikan support dan semangat, agar nanti kalau kita sudah semangat, bisa bersama-sama membangun Tabanan," ujar Bunda Rai dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).
Aksi sosial ini merupakan gerakan bersama yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Jajaran yang hadir tak hanya membawa bantuan, tetapi juga semangat dan harapan baru bagi warga penerima manfaat.
Khusus di Kecamatan Tabanan, bantuan menyasar kelompok rentan secara menyeluruh. Sebanyak 20 warga lanjut usia (lansia) menerima perhatian khusus, diikuti 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, serta 10 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK).
Selain itu, sebanyak 60 kader PKK kurang mampu juga turut mendapat bantuan. Dari sisi fasilitas, diberikan pula 1 bantuan rehabilitasi kamar untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), 8 tripod, 10 alat bantu dengar, 1 walker, serta 3 kursi roda untuk menunjang mobilitas para penerima.
Sementara di Kecamatan Kediri, cakupan bantuan yang diberikan juga tak kalah luas. Sebanyak 15 penyandang disabilitas, 6 penderita kanker, 10 ibu hamil KEK, dan 20 lansia menerima bantuan.
Bantuan juga diberikan kepada 15 balita dengan gizi kurang serta 75 kader PKK kurang mampu. Fasilitas tambahan berupa 1 rehabilitasi kamar ODGJ, 2 tripod, 3 alat bantu dengar, dan 2 kursi roda turut disalurkan.
Masing-masing penerima bantuan mendapatkan paket sembako berisi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 5 kg telur, 2 kg kacang hijau, minyak goreng, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak PAUD di tiap kecamatan.
Bunda Rai menyampaikan rasa haru dan kebahagiaannya bisa hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk kepedulian dan dukungan moral.
Kemudian, Bunda Rai juga membawa misi besar terkait lingkungan. Ia menyoroti kondisi sampah di Bali yang semakin mengkhawatirkan dan mengajak masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari rumah tangga.
"Saya mengajak semuanya di sini mari kita tanggulangi, dan tangani sampah mulai dari rumah tangga atau sumbernya. Meskipun ini rasanya sulit, tapi kalau kita mau dan niat pasti bisa kita lakukan," ujar Bunda Rai.
Dalam kesempatan itu, Bunda Rai juga menyampaikan solusi seperti pengolahan sampah organik, biopori, hingga konsep bank sampah. Hal ini dia tegaskan saat meninjau dan menyerahkan bantuan secara simbolis alat pelubang dan penutup biopori sebanyak 150 buah kepada masing-masing kecamatan.
Bunda Rai turut memperagakan penggunaan alat pelubang biopori langsung kepada masyarakat, pagi itu. Tak hanya tentang lingkungan, ia kembali menghidupkan program Hatinya PKK sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Ia mengajak ibu-ibu untuk senantiasa menanam tanaman pangan dan obat di pekarangan rumah. "Kelihatan kecil, tapi jika dimulai dan terus ditekuni akan memberikan manfaat besar," ungkapnya.
Hal tersebut sekaligus sebagai persiapan menyambut HKG ke-54. Tahun ini, TP PKK akan melaksanakan lomba 'Aku Hatinya PKK' dan ajang pertunjukan bakat ibu-ibu PKK melalui lomba karaoke pada puncak acara.
Selain itu, Bunda Rai juga mensosialisasikan Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini mengalami pengembangan fungsi. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan balita dan ibu hamil, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu di tingkat desa.
Melalui konsep ini, masyarakat dapat menyampaikan berbagai kebutuhan dan permasalahan. Termasuk mengenai kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga aspek ketentraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, dan sosial. Posyandu diharapkan menjadi wadah yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Tabanan, Chandra Suyana Putra, menyampaikan rasa terima kasih atas konsistensi bantuan yang diberikan. "Bantuan yang ibu berikan ini sangat berguna dan membantu warga masyarakat kami. Kami berharap semoga kegiatan yang mulia ini dapat terus berlanjut agar masyarakat kami yang belum mendapatkan manfaat saat ini bisa mendapatkannya di kemudian hari," pungkasnya.
(iws/iws)