Band indie folk asal Bali, Dialog Dini Hari, merilis single 'Di Jumah' pada 24 April 2026 dalam format digital audio di berbagai platform streaming. Lagu berdurasi 4 menit 8 detik ini sebelumnya telah lama dikenal di kalangan pendengar dan kerap dibawakan di panggung, namun kini hadir dalam versi rekaman yang utuh dan definitif.
Di Jumah mengangkat makna rumah bukan sekadar ruang fisik, melainkan tempat yang terbentuk dari ingatan, identitas, dan perjalanan waktu. Nuansa tenang dengan emosi yang mengendap menjadi benang merah lagu ini, sekaligus mencerminkan kedekatan Dialog Dini Hari dengan Bali sebagai titik berangkat cerita.
Secara musikal, lagu ini mempertahankan ciri khas Dialog Dini Hari melalui aransemen akustik yang hangat dan pendekatan minimalis. Alih-alih menghadirkan ledakan klimaks, Di Jumah bergerak perlahan dan memberi ruang pada tiap elemen untuk berkembang, menciptakan suasana yang intim dan reflektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses rekaman dilakukan di Uma Pohon Studio, Denpasar, menggunakan console analog Studer 963. Pendekatan ini menghasilkan karakter suara yang lebih dalam dengan sentuhan imperfeksi alami, sejalan dengan identitas sonik band yang menekankan kejujuran dan kedekatan.
Vokalis sekaligus penulis lirik, Dadang Pranoto, menyebut lagu ini sebagai upaya menangkap kembali rasa yang selama ini hidup di panggung.
"Lagu ini sudah lama hidup di panggung, tapi kami ingin menangkap rasa 'pulang' itu dengan lebih jujur di rekaman," ujarnya.
"Buat kami, 'rumah' bukan cuma tempat, tapi juga orang-orang dan ingatan yang tetap tinggal meski waktu terus berjalan," imbuhnya.
Menurutnya, Di Jumah juga menjadi ruang untuk kembali di tengah laju waktu yang kian cepat. "Di Jumah itu seperti ruang kecil untuk kembali, saat semuanya terasa bergerak terlalu cepat," kata Dadang.
Ia menegaskan bahwa band tidak berupaya mengejar kemegahan dalam aransemen. "Kami tidak mengejar kemegahan aransemen, justru ingin menjaga keheningan yang terasa dekat. Ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan, tapi bisa dirasakan, itu yang kami coba simpan di lagu ini," ujarnya.
Di Jumah menjadi rilisan terbaru setelah single Bandang pada Oktober lalu, sekaligus membuka arah menuju album mendatang. Dialog Dini Hari terus mengeksplorasi tema ingatan, keterikatan, dan perubahan yang berlangsung perlahan dalam perjalanan musikal mereka.
Seluruh musik diaransemen dan dibawakan oleh Dialog Dini Hari, dengan lirik ditulis oleh Dadang Pranoto. Formasi dalam lagu ini terdiri dari Dadang Pranoto (vokal, gitar), Deny Surya (drum), Kristian Dharma (bass), serta Awenghimawan (gitar, backing vocal), dengan tambahan backing vocal dari Elisa Wettstein. Proses rekaman dan mixing ditangani oleh Deny Surya di Uma Pohon Studio, sementara mastering dilakukan di Lengkung Langit Studio.
(dpw/dpw)










































