detikBali

Bocah SD Loncat dari Lantai 3 Pasar Serangan Denpasar

Terpopuler Koleksi Pilihan

Bocah SD Loncat dari Lantai 3 Pasar Serangan Denpasar


Maria Christabel DK - detikBali

Prosesi pecaruan rsi gana seusai insiden bocah SD terjatuh dari lantai tiga di Pasar Desa Serangan, Denpasar, Bali, (21/4/2026). (Foto: Maria Christabel DK/detikBali)
Prosesi pecaruan rsi gana seusai insiden bocah SD meloncat dari lantai tiga di Pasar Desa Serangan, Denpasar, Bali, Selasa (21/4/2026). (Foto: Maria Christabel DK/detikBali)
Denpasar -

Seorang bocah kelas 6 SD berinisial KA meloncat dari lantai tiga Pasar Desa Serangan, Denpasar, Bali. Akibatnya, korban mengalami patah tulang dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara.

Sebelum terjatuh, korban disebut sempat berjoget di lantai tiga pasar tersebut. Sontak, teman KA yang merekam detik-detik kejadian itu langsung panik dan histeris ketika bocah itu terjatuh. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ada di sini saat kejadian, tiba-tiba anaknya sudah jatuh," kata Nuci, salah satu pedagang di Pasar Desa Serangan, Selasa (21/4/2026).

Kepala Bidang Pawongan atau Kemasyarakatan Desa Adat Serangan, I Made Warsa, menuturkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.30 Wita. Ia menyebut korban meloncat dari ketinggian kurang lebih 8 meter.

ADVERTISEMENT

"Jarak antara lantai satu ke lantai dua itu 4 meter, lantai dua ke lantai tiga 4 meter. Jadi, (ketinggian) kurang lebih 8 meter," ujar Warsa.

Dua hari setelah kejadian, Desa Adat Serangan menggelar upacara pecaruan rsi gana. Bagi umat Hindu di Bali, upacara tersebut bertujuan untuk menyucikan atau menstabilkan kembali energi di lingkungan pasar pascainsiden bocah terjatuh itu.

"Sebelum tiga hari berlalu, kami melakukan pecaruan rsi gana untuk menetralisir supaya kejadian yang lebih buruk tidak terjadi," tutur Kepala Bidang Parahyangan Desa Adat Serangan I Wayan Sweta.

Bagi Sweta, kejadian tersebut sulit diterima secara logika. Sebab, dia berujar, tidak terdapat jejak darah di lokasi kejadian. Bahkan, korban juga tidak mengalami luka luar meski terjatuh di atas paving yang keras.

"Kalau kami berpikir secara logika tidak mungkin itu terjadi, tapi kalau saya melihat dimensi bawah itu ada sesuatu yang terkait dengan mindset anak kecil itu," tutur Sweta.




(iws/iws)











Hide Ads