Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Denpasar mencatat sebanyak 75 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga pertengahan April 2026.
Kepala Dinas Damkartan Denpasar, I Made Tariana, mengatakan kasus terbanyak terjadi di wilayah padat penduduk, yakni Denpasar Barat dengan 26 kejadian dan Denpasar Selatan 22 kejadian. Sementara itu, Denpasar Timur mencatat 13 kejadian dan Denpasar Utara 14 kejadian.
Kerugian bervariasi, mulai dari Rp20 ribu hingga mencapai Rp1 miliar. Kerugian terbesar berasal dari kasus kebakaran vila di Sanur pada Jumat (3/4/2026).
Selain kebakaran bangunan, Damkartan juga menerima laporan tiga kasus kebakaran lahan kosong yang penyebabnya belum diketahui. Lokasinya berada di Jalan Teuku Umar Barat dan Jalan Kerta Negara pada 31 Maret 2026, serta di Jalan Tangkuban Perahu, Perumahan Padang Lestari, pada 12 April 2026.
"Sebabnya nihil diketahui semuanya dan tidak ada kerugian. Astungkara, sampai saat ini belum ada (api merambat ke rumah warga), kami punya empat pos strategis, artinya bisa secepat mungkin sampai di lokasi," terang Tariana.
Tariana jelaskan bahwa penyebab kebakaran bisa ditelusuri dari temuan di lokasi kebakaran, seperti puntung rokok. Namun, barang bukti sulit ditemukan ketika kejadian di lahan kosong karena api sudah terlanjur membesar.
Tangani Orang Terkunci hingga Ular Piton
Tidak hanya kejadian kebakaran, Damkartan Kota Denpasar terima berbagai jenis laporan dari masyarakat. Mulai dari kejadian orang dewasa terkunci di kamar, terjebak di lift, pohon tumbang, hingga temuan ular piton turut ditangani.
"Kami sering terima laporan orang dewasa tidak bisa buka pintu, terjebak di kamar. Kuncinya kami rusakkan, kalau nggak kami congkel. Yang paling panik itu kalau di lift. Tapi kami sudah punya alat untuk buka pintu," ungkap Tariana.
Selain itu, Tariana menyebut Dinas Damkar Denpasar hampir setiap hari terima laporan kemunculan satwa liar, khususnya ular dan biawak. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut marak ketika musim hujan terjadi.
"Per hari itu bisa ada laporan lima ular. Biasanya piton, tapi dulu pernah ada kejadian korban kena gigitan bisa ular pucuk yang warna hijau buntut merah, lalu petugas kami juga kurang hati-hati saat penanganan, jadinya kena gigitan juga, dua-duanya dirawat. Nanti satwa yang kami temukan di bawa ke BKSDA (Balai
Konservasi Sumber Daya Alam)," tutur Tariana.
Simak Video "Video: Wujud Ular Piton 6 Meter yang Dibunuh Warga karena Gigit Petani"
(nor/nor)