Kesadaran warga di Klungkung, Bali, dalam memilah sampah masih sangat minim. Selain keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya kesadaran warga dalam memilah menjadi salah satu kendala dalam mengatasi penumpukan sampah di Gumi Serombotan.
"Masih sekitar 30% warga yang memilah sampahnya. Ini masih sangat minim," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, I Dewa Komang Aswin, kepada detikBali Senin, (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah sampah yang bercampur juga kerap dikeluhkan petugas pemilah di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Gema Santi, Klungkung. Jumlah sampah yang mesti dipilah bahkan terus mengalami penambahan setiap tahun.
"Kami masih sangat banyak menemukan sampah organik digabung dengan plastik, plastik digabung sama residu. Kalau dipilah, akan jauh lebih memudahkan proses pengolahan," terang Aswin.
Aswin telah melayangkan surat edaran kepada pemerintah desa dan kelurahan untuk mengatasi masalah itu. Aswin juga akan mengumpulkan berbagai pihak terkait dalam waktu dekat untuk bersama-sama menggalakkan pemilahan sampah sebelum dibuang.
"Biar sama-sama kita bergerak karena persoalan ini tidak bisa kalau hanya dibebankan pada DLHP, kita harus bersama-sama," jelas Aswin.
Bupati Klungkung, I Made Satria, menerangkan kesadaran warga memilah dari rumah menjadi sangat penting.
"Jangan sampai dianggap sepele karena sampah ini sudah menjadi boomerang bagi kita di Bali, di Kabupaten Klungkung khususnya yang menjadi tujuan destinasi wisata dunia," tegas Satria.