detikBali

Radiasi HP Dikhawatirkan Picu Kanker dan Penyakit Jantung, Apa Benar?

Terpopuler Koleksi Pilihan

Radiasi HP Dikhawatirkan Picu Kanker dan Penyakit Jantung, Apa Benar?


Sarah Oktaviani Alam - detikBali

Ilustrasi Radiasi HP
Foto: Ilustrasi radiasi HP. (iStock)
Jakarta -

Radiasi ponsel kerap membuat resah. Banyak yang menanyakan benarkah radiasi ponsel bisa memicu kanker dan penyakit lain.

Ponsel, menurut National Cancer Institute (NCI), memang memancarkan radiasi frekuensi radio. Itu merupakan jenis radiasi berenergi rendah yang juga ditemukan pada perangkat rumah tangga lain, seperti TV, microwave hingga Wi-Fi.

Paparan radiasi dari ponsel sebenarnya bukan hal yang unik atau berbeda dari perangkat elektronik lain yang digunakan sehari-hari. Kekhawatiran utama muncul karena ponsel sering digunakan dekat kepala, serta tingginya durasi penggunaan oleh masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah Bisa Sebabkan Kanker?

Ahli neuro-onkologi, Herbert Newton, menjelaskan radiasi yang terbukti meningkatkan risiko kanker adalah radiasi pengion, seperti sinar-X atau radiasi dari bahan radioaktif.

Sementara itu, radiasi dari ponsel tergolong sangat rendah dan tidak termasuk jenis tersebut. Ia menegaskan belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa paparan radiasi ponsel dalam dosis rendah dapat menyebabkan kanker.

Hal ini juga didukung studi besar yang didanai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024, yang melibatkan hampir 5.000 peserta. Hasilnya, tidak ditemukan hubungan antara penggunaan ponsel dan peningkatan risiko kanker otak, bahkan pada pengguna jangka panjang.

"Itu adalah studi terbaik yang pernah kami lakukan, studi terlengkap. Ini adalah kabar baik bagi orang-orang bahwa telepon seluler mereka tidak secara otomatis akan memberi mereka tumor otak atau tumor kepala," jelas Dr Newton, dikutip dari Men's Health.

Bagaimana dengan Risiko Jantung?

Isu lain yang sempat muncul adalah kaitan ponsel dengan penyakit jantung, tetapi sejauh ini bukti ilmiah belum mendukung hal tersebut.

Ahli jantung, Karishma Patwa, menegaskan tidak ada hubungan sebab-akibat yang jelas antara radiasi ponsel dan penyakit kardiovaskular.

Meski radiasi ponsel dinilai relatif aman, para ahli mengingatkan ada risiko lain yang lebih nyata, yaitu kecanduan layar. Penggunaan ponsel berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mata, nyeri leher, bahu, dan punggung. Bahkan, penggunaan ponsel dalam waktu yang lama bisa berkaitan dengan peningkatan gejala depresi dan kecemasan.

Bagi yang tetap khawatir terhadap radiasi ponsel, Newton menyarankan untuk mengurangi paparan dengan tidak terlalu sering menempelkan ponsel ke telinga. Selain itu, disarankan untuk menggunakan speaker atau pesan teks.

Kesimpulannya, berdasarkan bukti ilmiah saat ini penggunaan ponsel tidak terbukti meningkatkan risiko kanker atau penyakit jantung. Tetapi, bijak dalam penggunaannya tetap penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini!



(hsa/hsa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads