Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak ada gencatan senjata di Lebanon. Padahal pemerintahannya telah membuka jalur negosiasi langsung dengan Beirut.
Dilansir detikNews, Pemerintah Israel menyatakan kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diumumkan pada Selasa (7/4/2026) tidak berlaku untuk Lebanon, yang menjadi basis kelompok Hizbullah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penegasan itu kembali disampaikan Netanyahu melalui pernyataan video yang diunggah di media sosial X, Kamis (9/4) waktu setempat.
"Tidak ada gencatan senjata di Lebanon hingga keamanan dipulihkan bagi para penduduk di (area permukiman) utara (Israel), Hizbullah dilucuti senjatanya, dan kesepakatan perdamaian tercapai," kata Netanyahu dalam pernyataan via video.
Terlepas dari intensitas pengeboman Israel terhadap Lebanon yang masih meninggi, Netanyahu mengeklaim bahwa dirinya berupaya mencapai "perdamaian sejati dari posisi yang kuat".
"Pencapaian yang diraih Israel telah membawa transformasi dalam hubungannya dengan negara-negara sebelumnya, tidak berada dalam lingkup hubungan tersebut," sebutnya.
Sejauh ini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Lebanon terkait pengumuman Netanyahu tersebut.
Netanyahu Buka Opsi Dialog dengan Lebanon
Netanyahu, pada Kamis (9/4), mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa dirinya telah menginstruksikan para pejabat Tel Aviv untuk memulai negosiasi langsung dengan Beirut "sesegera mungkin", meskipun serangan udara Israel terus berlanjut di seluruh Lebanon.
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan bahwa negosiasi akan fokus pada perlucutan senjata Hizbullah dan membangun "hubungan damai" Israel-Lebanon.
AS, menurut seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang dikutip Anadolu, akan menjadi tuan rumah negosiasi langsung antara Tel Aviv dan Beirut, yang dijadwalkan pekan depan. Keterangan seorang pejabat senior Israel kepada media AS, Axios, menyebut bahwa negosiasi diperkirakan akan dimulai pekan depan.
Pertemuan pertama disebut akan digelar di gedung Departemen Luar Negeri AS di Washington DC. Duta Besar AS untuk Lebanon, Michel Issa, akan turut hadir sebagai perwakilan Washington.
Sementara Tel Aviv diwakili oleh Duta Besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, dan Beirut diwakili Duta Besar Lebanon untuk AS, Nada Hamadeh-Moawad. Media lokal Israel, Channel 14, melaporkan bahwa negosiasi itu "akan berlangsung di bawah serangan", merujuk pada eskalasi militer di Lebanon bagian selatan.
Militer Israel meningkatkan serangan udara di seluruh wilayah Lebanon sejak Rabu (8/4), menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 orang lainnya, meskipun ada pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran.
Walaupun Pakistan sebagai mediator menegaskan gencatan senjata mencakup Lebanon, AS dan Israel membantah hal tersebut.
Baca selengkapnya di detikNews
(nor/nor)










































