detikBali

15 Wilayah di Karangasem Bali Masih Blank Spot, Warga Sulit Akses Sinyal

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

15 Wilayah di Karangasem Bali Masih Blank Spot, Warga Sulit Akses Sinyal


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Ilustrasi 15 Wilayah di Karangasem Bali Masih Blank Spot, Warga Sulit Akses Sinyal. (Gemini AI)
Foto: Ilustrasi 15 Wilayah di Karangasem Bali Masih Blank Spot, Warga Sulit Akses Sinyal. (Gemini AI)
Karangasem -

Sebanyak 15 wilayah di Kabupaten Karangasem, Bali, hingga kini masih mengalami blank spot atau tidak terjangkau jaringan telekomunikasi. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan berkomunikasi melalui telepon seluler maupun layanan berbasis internet.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Karangasem Ida Nyoman Astawa mengatakan dari delapan kecamatan yang ada, hanya Kecamatan Bebandem yang seluruh wilayahnya telah terjangkau jaringan. Sementara tujuh kecamatan lainnya masih memiliki titik blank spot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa wilayah di Karangasem masih mengalami blank spot karena faktor geografis, di mana wilayah tersebut dikelilingi oleh perbukitan sehingga sinyal susah masuk ke wilayah tersebut," kata Astawa, Kamis (9/4/2026).

Ia merinci, wilayah blank spot tersebar di Kecamatan Karangasem sebanyak satu wilayah, Kecamatan Rendang (3), Kecamatan Abang (3), Kecamatan Manggis (3), Kecamatan Kubu (3), Kecamatan Selat (3), serta Kecamatan Sidemen (3).

ADVERTISEMENT

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Diskominfo Karangasem telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan telekomunikasi agar membangun jaringan di wilayah terdampak. Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena dinilai kurang menguntungkan secara bisnis.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengajukan usulan ke pemerintah pusat melalui Kementerian terkait, menggunakan portal SIGNAL, agar wilayah blank spot dapat masuk dalam program pembangunan jaringan atau kampung internet.

Astawa menyebut wilayah yang diusulkan harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat. Saat ini, pihaknya tengah menyiapkan data pendukung agar wilayah tersebut dapat memenuhi persyaratan.

"Selain melakukan usulan ke pusat untuk solusi sementara kami juga telah menyediakan layanan internet gratis di desa-desa dengan sumber pendanaan dari APBD," ujar Astawa.




(nor/nor)










Hide Ads