Mendadak! Menhan AS Minta Kepala Staf AD Mundur

Arief Ikhsanudin - detikBali
Jumat, 03 Apr 2026 13:48 WIB
Menhan AS Pete Hegseth. (Foto: REUTERS/Kent Nishimura Purchase Licensing Rights)
Denpasar -

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George, mundur atau pensiun secara mendadak. Permintaan itu muncul di tengah eskalasi sikap militer Washington terhadap Iran.

Seorang pejabat Pentagon mengungkapkan, langkah tersebut diambil langsung oleh Hegseth. Pengunduran diri George pun dikonfirmasi sehari kemudian.

Dilansir dari detikNews, Jumat (3/4/2026), juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan George resmi mundur pada Kamis melalui unggahan di X.

"Jenderal Randy A. George akan pensiun dari jabatannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41 yang berlaku segera. Departemen Perang berterima kasih atas pengabdian Jenderal George selama puluhan tahun kepada bangsa kita," katanya.

CBS News menjadi pihak pertama yang melaporkan pencopotan George. Seorang pejabat Departemen Pertahanan kemudian mengonfirmasi keakuratan laporan tersebut.

Langkah Hegseth ini terjadi sehari setelah pidato Presiden Donald Trump terkait perang Iran. Dalam pidato itu, Trump memberi sinyal akan mengintensifkan serangan, meski sebelumnya sempat menyatakan perang bisa diakhiri dalam dua hingga tiga minggu.

Sebagai Kepala Angkatan Darat, George bekerja erat dengan Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll, pejabat yang dekat dengan Gedung Putih dan dinilai Hegseth sebagai ancaman. Selama menjabat, Hegseth juga telah mencopot sejumlah perwira militer senior lainnya.

George merupakan perwira infanteri karier lulusan Akademi Militer AS di West Point tahun 1988. Ia menjabat sebagai kepala staf sejak September 2023. Sebelumnya, ia memimpin I Corps di Pangkalan Bersama Lewis-McChord, lalu menjadi asisten militer senior untuk Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden.

Simak Video "Video: Pentagon Pamer Pesawat B-1 Bombers saat Gelar Operasi Lawan Iran"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork