Daftar Isi
Siswa SMA/SMK sederajat yang akan atau sudah lulus kini bersiap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Selain memilih ke perguruan tinggi negeri atau swasta, ada pula yang ingin kuliah ke sekolah kedinasan.
Lantas, apa bedanya sekolah kedinasan dengan perguruan tinggi lainnya?
Secara umum, sekolah kedinasan menawarkan ikatan kontrak atau dinas selama dan setelah lulus. Para mahasiswa yang belajar di sekolah kedinasan biasanya diatur dalam sejumlah hal, seperti penggunaan seragam, makan, asrama, hingga waktu libur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekolah kedinasan diselenggarakan oleh negara untuk mencukupi kebutuhan profesional di lingkup kementerian atau lembaga. Lulusan sekolah kedinasan biasanya akan lebih mudah dalam menaiki jenjang karier.
Simak daftar sekolah kedinasan yang menerima lulusan SMA/SMK berikut ini. Ada pula sekolah kedinasan yang tidak memiliki syarat minimal tinggi badan untuk para pelamarnya.
1. Akademi Militer
Akademi Militer atau Akmil adalah sekolah kedinasan yang paling populer dan sangat ketat seleksi masuknya. Sekolah kedinasan di bawah Kementerian Pertahanan dan TNI AD ini berlokasi di Kota Magelang.
Akmil menawarkan program studi seperti Teknik Sipil Pertahanan, Teknik Elektro Pertahanan, Teknik Mesin Pertahanan, Manajemen Pertahanan, dan Administrasi Pertahanan. Akmil membuka pendaftaran untuk lulusan SMA dan belum ada informasi pasti mengenai pendaftaran bagi lulusan SMK.
Persyaratan umum masuk Akmil
- Warga Negara Indonesia.
- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
- Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 1 Agustus 2021.
- Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia (dilengkapi pada saat calon mengikuti pemeriksaan psikologi).
- Sehat jasmani dan rohani.
- Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
2. Akademi Kepolisian
Akademi Kepolisian atau Akpol adalah sekolah kedinasan yang mencetak para perwira Bhayangkara. Lokasi lembaga pendidikan ini berada di Kota Semarang. Secara umum persyaratan yang harus dipenuhi tidak berbeda dengan Akmil.
Persyaratan umum masuk Akpol
- Warga Negara Indonesia (WNI).
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
- Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
- Berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun (pada saat diangkat menjadi anggota Polri).
- Sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba (surat keterangan bebas narkoba dari instansi yang berwenang).
- Tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Polres setempat.
- Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela.
3. PKN STAN
Politeknik Keuangan Negara - Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN) adalah sekolah kedinasan yang berada di naungan Kementerian Keuangan. Lulusan STAN biasanya akan diangkat menjadi ASN di lingkup Kemenkeu.
Tidak seperti Akmil dan Akpol, syarat masuk PKN-STAN lebih fleksibel. STAN tidak mensyaratkan tinggi badan atau kriteria fisik yang ketat. Mahasiswa STAN juga hanya tinggal di asrama selama setahun dan di tingkat selanjutnya dibebaskan untuk mencari tempat hunian.
4. Polstat STIS
Politeknik Statistik STIS adalah suatu perguruan tinggi vokasional yang dikelola oleh BPS. Lulusan Polstat STIS akan diangkat menjadi CPNS di wilayah penempatan tertentu. Ikatan dinas ini berlangsung selama dua kali masa pendidikan ditambah 1 Tahun (2n+1).
Berita baiknya, mahasiswa Polstat STIS akan dibebaskan dari biaya kuliah selama masa studi. Pilihan studi yang bisa diambil diantaranya adalah Diploma III Statistika, Diploma IV Statistika, dan Diploma IV Komputasi Statistika.
Seleksi di Polstat STIS menggunakan sistem seleksi CAT (computer assisted test) dan seleksi lanjutan yang tes matematika, psikotes, wawancara, dan kesamaptaan. Pendaftar diwajibkan untuk membayar biaya tes sebesar 300 ribu rupiah.
5. IPDN
Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN adalah sekolah kedinasan yang bernaung di bawah Kemendagri. Mahasiswanya disebut sebagai Praja IPDN dan kampus utama berlokasi di Jatinangor, Sumedang. Praja IPDN dibebaskan dari segala biaya selama kuliah. Lulusannya akan ditempatkan ke berbagai daerah.
Seleksi di IPDN sama seperti di sekolah kedinasan lainnya yang mencakup tes akademik, kesamaptaan, kesehatan, hingga wawancara. Tidak ada biaya seleksi untuk mengikuti tes masuk IPDN.
6. STIN
Sekolah Tinggi Intelijen Negara atau STIN adalah sekolah kedinasan yang paling tertutup. Ini karena Taruna STIN dilatih untuk menjadi agen intelijen yang tangguh. STIN terbuka untuk lulusan SMA maupun SMK.
Taruna STIN tidak dipungut biaya selama berkuliah. Lulusan STIN akan ditempatkan sebagai perwira intelijen di berbagai pos agar bisa membantu memproteksi ancaman dan bahaya yang mengancam negara.
7. STMKG
Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika membuka kesempatan bagi lulusan SMA dan SMK untuk menjadi calon taruna. Seleksi dilakukan dalam tiga tahap yakni Seleksi Kompetensi Dasar, Seleksi Kompetensi Bidang, serta Tes Kesehatan, Kebugaran, dan Wawancara.
Seleksi menggunakan sistem gugur yang berarti pendaftar tidak dapat melanjutkan jika gagal dalam tes sebelumnya.
8. Poltek SSN
Poltek SSN sebelumnya bernama STSN atau Sekolah Tinggi Sandi Negara. Sekilas sekolah kedinasan ini memang mirip dengan STIN. Namun Poltek SSN melatih tarunanya di bidang keamanan siber atau digital.
Lulusan SMA jurusan IPA dapat mendaftar sementara untuk lulusan SMK dibatasi beberapa jurusan yang terkait siber. Seleksi yang dilakukan meliputi SKD, akademik, psikologi, kesehatan dan kebugaran, hingga wawancara.
9. Poltekpin
Politeknik Pengayoman Indonesia merupakan merger antara Poltekim dan Poltekip. Berada dibawah pengelolaan Kementerian Hukum. Lulusannya akan ditempatkan sesuai dengan bidang yang dipelajari selama berkuliah.
Poltekpin memiliki jurusan Ilmu Pemasyarakatan dan jurusan Keimigrasian. Taruna Poltekpin akan tinggal di asrama selama berkuliah. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun non-akademik yang dipilih sesuai minat masing-masing.
10. Sekolah Kedinasan Kemenhub
Kementerian Perhubungan menjadi lembaga yang memiliki sekolah kedinasan terbanyak. Sekolah Kedinasan yang dinaungi Kemenhub tersebar di berbagai kota. Beberapa sekolah kedinasan memberlakukan biaya kuliah bagi tarunanya dan tidak memiliki ikatan dinas.
Simak daftar sekolah kedinasan di bawah Kemenhub berikut ini:
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
- Politeknik Transportasi Darat Indonesia
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
- Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Palembang (Poltektrans SDP)
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
- Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
- Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi
- Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
- Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Jayapura
- Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara.
(iws/iws)