detikBali

Kabin British Airways Bau Busuk, Belasan Jam Terbang dengan Jenazah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kabin British Airways Bau Busuk, Belasan Jam Terbang dengan Jenazah


Femi Diah - detikBali

Schiphol, The Netherlands - June 12, 2011: British Airways Airbus A320 taking off from Schiphol airport.
British Airways. (Foto: Getty Images/Sjo)
Denpasar -

Penumpang penerbangan British Airways rute Hong Kong menuju London dibuat panik oleh bau busuk yang tiba-tiba menyebar di dalam kabin. Bau menyengat itu belakangan diketahui berasal dari jenazah seorang wanita berusia 60-an yang meninggal di tengah penerbangan.

Dikutip dari detikTravel, Jumat (27/3/2026), pesawat British Airways Airbus A350-1000 tersebut lepas landas dari Hong Kong dengan tujuan London Heathrow, Inggris. Tidak lama setelah mengudara, seorang penumpang perempuan berusia 60 tahunan dinyatakan meninggal dunia.

Meski ada kejadian itu, pilot memutuskan tetap melanjutkan penerbangan hingga ke Heathrow. Merujuk International Air Transport Association (IATA), penumpang yang meninggal di dalam pesawat tidak dikategorikan sebagai situasi darurat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenazah Dipindahkan ke Galley

Untuk penanganan, jenazah dapat dipindahkan ke kursi terisolasi, tetap di kursi semula, atau ditempatkan di area lain yang tidak menghalangi lorong dan pintu keluar, sesuai kebijakan kru.

Setelah penumpang dipastikan meninggal, kru kabin sempat berdiskusi menentukan langkah. Awalnya, jenazah akan disimpan di toilet, namun usulan itu ditolak. Kru kemudian memutuskan membungkus (mengisolasi) jenazah dan memindahkannya ke area dapur pesawat atau galley.

ADVERTISEMENT

"Jadi mereka harus mengisolasi mayatnya, membungkusnya, dan memindahkannya ke dapur di belakang pesawat," kata sebuah sumber.

Namun, keputusan tersebut justru memicu masalah baru. Galley yang digunakan memiliki lantai berpemanas, sehingga mempercepat penyebaran bau dari jenazah.

Pemanasan itu memicu proses alami lebih cepat, membuat jenazah mengeluarkan bau menyengat yang kemudian menyebar ke seluruh kabin.

Bau Menyengat Picu Keluhan

Saat pesawat Airbus A350-1000 mendekati London Heathrow Airport pada Minggu (22/3), penumpang mulai mengeluhkan bau tak sedap yang semakin kuat.

"Keluarga wanita itu sangat sedih, begitu pula awak kabin. Banyak penumpang yang ingin kembali ke Hong Kong. Tetapi, terus terang, jika seorang penumpang sudah meninggal, itu tidak dianggap sebagai keadaan darurat," kata sumber lain.

Setibanya di London, polisi menyambut penerbangan BA32 dan meminta 331 penumpang tetap berada di kursi selama 45 menit untuk pemeriksaan. Seluruh kru juga mendapatkan dukungan psikologis karena sebagian mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

British Airways menegaskan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai aturan. Maskapai itu juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat korban.

Seorang sumber memuji kru karena tetap berusaha menenangkan penumpang di tengah situasi sulit. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada protokol tunggal untuk menangani penumpang yang meninggal selama penerbangan.

"Seorang pelanggan dengan sedih meninggal di atas pesawat, kami berbelasungkawa untuk keluarga dan teman-temannya di masa yang sulit ini. Kami mendukung kru kami, dan semua prosedur diikuti dengan benar," pernyataan juru bicara British Airways.



(dpw/dpw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan










Hide Ads