Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bali, Wayan Koster, melantik ribuan pengurus di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, Selasa (24/3/2026). Jumlah yang dilantik sebanyak 5.058 orang, terdiri dari pengurus dewan pimpinan cabang (DPC), pimpinan anak cabang (PAC), ranting, dan anak ranting masa bhakti 2025-2030.
Koster mengatakan pengukuhan ini bukan sekadar seremonial kepartaian. Namun, ini amanah perjuangan dan tanggung jawab moral dengan penuh kesadaran, baik sekala dan niskala.
"Ini sebagai wujud pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara. Partai ini harus naik kelas, dahulu yang penting banyak, sekarang selain banyak harus didukung dengan kualitas," tegas Koster.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koster menegaskan kepada seluruh kader jangan sampai terlibat hal-hal negatif, seperti korupsi, narkoba, pencurian, perjudian, mabuk-mabukan, dan sebagainya. Bahkan, Koster mengimbau agar seluruh kader dilakukan tes narkoba dalam waktu satu minggu ke depan.
"Saya perintahkan kepada ketua DPC agar diadakan tes narkoba kepada seluruh kader," imbuh pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Bali itu.
Koster juga memberikan apresiasi kepada kader Tabanan terutama terkait capaian dalam Pilkada 2024. PDIP memperoleh 31 dari 40 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan.
"Saya pantau kinerja struktur dan pengurus partai di Tabanan. Saya punya sembilan grup dan sing ade ngalahang (tidak ada yang mengalahkan) Tabanan. Tetapi, memang Tabanan ini punya seninya sendiri dan dinamikanya tinggi. Saat tertentu ada saja jurusnya, ada yang menari topeng, ada baris hingga tari teruna jaya," papar Koster.
Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menambahkan Tabanan sebagai kandang Banteng di Bali dalam setiap hajatan politik. Menurutnya, ini sebuah kerja politik secara kolektif dan gotong royong.
"Kami tidak pernah bekerja sendiri, namun bekerja secara kolektif dari ranting hingga DPC. Dan mungkin ini yang tersolid di Indonesia dan sudah terbukti," ungkap Sanjaya.
Bagi Sanjaya, acara kali ini tidak sekadar pengukuhan struktur partai, tetapi menulis sejarah dan mengukuhkan ideologi untuk terus berjuang.
"Kami tetap solid dan loyal di garis terdepan dari anak ranting hingga DPC. Ini membuktikan loyalitas dan dedikasi. Selain itu, memanaskan mesin-mesin partai. Mesin ini harus digerakkan, tanpa digerakkan tidak akan berjalan dengan baik," jelas Sanjaya.
(hsa/hsa)










































