detikBali

Apakah Salat Idulfitri Wajib Dikerjakan?

Terpopuler Koleksi Pilihan

Apakah Salat Idulfitri Wajib Dikerjakan?


Arga Fahreza - detikBali

Prabowo Subianto melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/6/2025). Prabowo salat id bersama anggota kabinet dan ribuan jemaah.
Foto: Ilustrasi salat Id di Masjid Istiqlal. (Kris-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Denpasar -

Salat Idulfitri adalah salat yang dilakukan pada pagi hari 1 Syawal. Tempat pelaksanaannya dilakukan di lapangan-lapangan terbuka atau di masjid. Umat Islam baik laki-laki maupun perempuan juga mengikuti salat Id dengan pakaian terbaiknya.

Oleh karena dilaksanakan hanya setahun sekali, muncul pertanyaan mengenai hukum melaksanakan salat Id. Dikutip dari beberapa sumber daring, berikut ulasan mengenai hukum salat Id.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Hukum Salat Idulfitri?


Salat Idulfitri memiliki hukum berbeda menurut beberapa pandangan. Ada yang berpendapat fardu kifayah dan ada yang memandang wajib. Imam Ahmad melihat salat Id sebagai ibadah yang hukumnya fardu kifayah.

ADVERTISEMENT

Sementara Imam Hanafi berpendapat bahwa ini adalah ibadah wajib. Dalilnya adalah salat Id merupakan salat berjemaah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad selain salat wajib, salat Tarawih, dan salat Gerhana. Pelaksanaan salat Id rutin dilakukan oleh Nabi tanpa dilewatkan sekali waktu, berbeda dengan Tarawih yang hanya tiga kali dilakukan secara berjemaah.

Pendapat ketiga adalah sunnah muakkad. Ini merupakan pandangan yang paling kuat digunakan di Indonesia. Pandangan ini dimiliki oleh Imam Syafi'i dan Imam Maliki. Dasarnya adalah pertanyaan seorang laki-laki Badui kepada Nabi Muhammad tentang apa saja kewajibannya selain salat 5 waktu. Nabi menjawab bahwa hanya itu yang wajib, selain itu dilakukan sebagai sunnah.

Status sunnah muakkad berarti ibadah ini sangat dianjurkan, bahkan perempuan yang sedang menstruasi tetap diminta datang untuk melihat dan mendengar khutbah salat Id. Diriwayatkan oleh Bukhari (324) dan Muslim (890) dari Ummu Atiyyah Radhiyallahu anha, dia berkata,


أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُخْرِجَهُنَّ فِي الْفِطْرِ وَالأَضْحَى الْعَوَاتِقَ وَالْحُيَّضَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ ، فَأَمَّا الْحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلاةَ وَيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ . قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِحْدَانَا لا يَكُونُ لَهَا جِلْبَابٌ . قَالَ : لِتُلْبِسْهَا أُخْتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا


"Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk keluar di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Baik wanita yang baru balig, wanita sedang haid dan wanita perawan. Sementara orang yang haid dipisahkan dari (tempat) shalat. Agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan doa umat Islam." Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, ada di antara kami yang tidak mempunyai jilbab." Beliau mengatakan, "Sebaiknya saudara perempuannya memberinya jilbab".


Bagaimana Tata Cara Salat Idul Fitri?


Salat Id memiliki tata cara salat yang agak berbeda dengan salat pada biasanya. Ini dikarenakan tidak ada panggilan azan maupun iqamah untuk memulai salat. Berikut ini tata cara salat Id.

1. Niat Salat

Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai niat. Namun, pendapat terkuat adalah niat tidak perlu diucapkan atau dilafazkan. Cukup di dalam hati.

Dikutip dari Rumaysho.com, niat itu berarti bermaksud dan berkehendak. Letak niat adalah di dalam hati. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

وَالنِّيَّةُ مَحَلُّهَا الْقَلْبُ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ ؛ فَإِنْ نَوَى بِقَلْبِهِ وَلَمْ يَتَكَلَّمْ بِلِسَانِهِ أَجْزَأَتْهُ النِّيَّةُ بِاتِّفَاقِهِمْ

"Niat itu letaknya di hati berdasarkan kesepakatan ulama. Jika seseorang berniat di hatinya tanpa ia lafazkan dengan lisannya, maka niatnya sudah dianggap sah berdasarkan kesepakatan para ulama." (Majmu'ah Al-Fatawa, 18:262)

2. Takbiratul Ihram


Terdapat 7 kali takbiratul ihram pada rakaat pertama dan 5 kali takbiratul ihram pada rakaat kedua. Pada sela-sela takbiratul ihram membaca:


اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا


Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila


Artinya "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."


3. Membaca Al-Fatihah


Selepas takbir 7 kali kemudian membaca Al-Fatihah dan surat pendek lainnya. Dilanjutkan dengan rukuk, sujud, dan bangun dari sujud untuk rakaat kedua. Tidak ada perbedaan mengenai rukuk dan sujud.


4. Rakaat Kedua


Melakukan gerakan dan bacaan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya yang berbeda adalah 5 kali takbir di rakaat kedua. Kemudian dilanjutkan membaca Al-Fatihah, surat pendek, rukuk, sujud, dan kemudian duduk hingga salam.


5. Khutbah


Selesai melakukan salat Id kemudian khatib melakukan khutbah. Jamaah jangan langsung pulang, sebaiknya duduk diam dan mendengarkan hingga tuntas.


Demikian penjelasan mengenai hukum salat Idulfitri, semoga membantu!




(hsa/hsa)











Hide Ads