Gubernur Bali Wayan Koster meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Banjar, Buleleng. Koster mengatakan penataan sungai perlu dilakukan untuk mengantisipasi banjir bandang kembali menerjang wilayah tersebut.
"Saya akan menugaskan BWS melakukan normalisasi sungai serta perbaikan penanganan penanggulangan banjir ke depan," kata Koster saat menemui warga korban banjir di Buleleng, Minggu (15/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koster menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali juga akan menelusuri kemungkinan adanya aktivitas penebangan liar yang diduga memperparah banjir di Banjar, Buleleng. Meski begitu, Koster menegaskan hal tersebut harus dipastikan terlebih dahulu dengan mengecek kondisi di lapangan.
"Terkait kemungkinan adanya aktivitas penebangan liar di bagian hulu, itu akan dicek lebih lanjut. Perlu dipastikan dulu apakah wilayah tersebut kawasan hutan atau justru lahan milik masyarakat," imbuh politikus PDIP itu.
Menurut Koster, warga juga mengusulkan peninggian tanggul sungai untuk mengurangi risiko luapan air saat hujan deras. Gubernur Bali dua periode itu berjanji akan berkoordinasi dengan BWS agar usulan tersebut bisa ditindaklanjuti.
Salurkan Bantuan Rp 1,26 Miliar
Dalam kesempatan tersebut, Koster menyalurkan bantuan Rp 1,263 miliar bagi warga terdampak banjir bandang di Buleleng. Bantuan tersebut digunakan untuk perbaikan rumah warga, fasilitas umum, hingga kebutuhan keluarga korban.
Koster mengaku baru bisa hadir langsung menemui warga terdampak karena memiliki agenda yang tidak bisa ditinggalkan. Meski begitu, dia berujar, tim BPBD Provinsi Bali sudah berada di lokasi untuk melakukan pendataan sejak awal bencana terjadi.
"Saya mohon maaf karena baru bisa hadir langsung. Namun sejak awal saya sudah menugaskan BPBD Provinsi Bali berada di lokasi untuk mendata seluruh warga terdampak," kata Koster.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir bandang mengakibatkan sebanyak 31 rumah warga rusak., baik rusak berat, sedang, maupun ringan. Pemprov Bali, dia melanjutkan, juga memberikan bantuan tunai mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 30 juta berdasarkan tingkat kerusakan rumah.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada keluarga korban jiwa banjir bandang di Desa Banjar. Pemprov Bali menyalurkan santunan Rp 15 juta per korban, dengan total Rp 45 juta untuk tiga korban jiwa dari keluarga Kadek Witana.
Pemprov Bali juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 726 juta untuk memperbaiki instalasi air bersih yang rusak di 12 desa terdampak. Koster menegaskan pendataan korban masih terus dilakukan agar tidak ada warga yang terlewat menerima bantuan.
"Kemungkinan masih ada warga yang belum terdata. Saya minta BPBD, camat, dan perbekel memastikan semua korban terdampak mendapatkan bantuan," pungkasnya.
Seperti diketahui, banjir bandang menerjang Desa Banjar, Buleleng, pada Jumat (6/3). Tiga orang ditemukan dalam kondisi tewas dan satu orang lainnya masih hilang.
Adapun, tiga korban tewas terdiri dari Ketut Adi Suarjana (55), Komang Suci (44) bersama anaknya Kadek Wahyu (12). Sedangkan, satu korban yang belum ditemukan yakni, Putu Wini (17) yang juga anak dari Komang Suci.
(iws/iws)