MDA Pastikan Malam Takbiran di Bali Tetap Diperbolehkan Saat Nyepi

Firizqi Irwan - detikBali
Sabtu, 07 Mar 2026 13:35 WIB
Apel Gelar Agung Pecalang Bali di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)
Denpasar -

Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, memastikan malam takbiran bagi umat Islam di Bali tetap diperbolehkan meski bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Ia menegaskan takbiran menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah tidak akan mengurangi makna kesucian Nyepi.

Sukahet mengatakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali sudah menyepakati beberapa aturan saat malam takbiran di tengah perayaan Nyepi. Salah satunya dengan berjalan kaki menuju masjid/musala terdekat dengan jarak kurang lebih 500 meter.

Kemudian, takbiran di Bali saat Nyepi juga tanpa pengeras suara dengan waktu pelaksanaan tidak lebih dari pukul 23.00 Wita. Setelah itu, warga yang melaksanakan takbiran bisa kembali ke rumah dan tidak melakukan aktivitas di luar mengingat masih dalam perayaan Nyepi.

"Jadi sudah sungguh menjadi barometer toleransi dan kerukunan Bali ini untuk Indonesia," ujar Sukahet seusai menghadiri Gelar Agung Pecalang Bali di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Renon, Denpasar, Sabtu (7/3/2026).

Sukahet mengungkapkan ada sekitar 10 ribu lebih pecalang di seluruh Bali yang akan berjaga mengamankan pelaksanaan Nyepi tahun ini. Ia berharap perayaan Nyepi maupun pelaksanaan malam takbiran berjalan tertib sebagai wujud keharmonisan antarumat beragama di Bali.

"Dengan begini, perayaan Rahina Agung Nyepi berdampingan dengan takbiran akan berjalan dengan baik dan aman," jelas Sukahet yang juga Ketua FKUB Provinsi Bali.

Menurut Sukahet, FKUB Provinsi Bali sudah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan malam takbiran yang bersamaan dengan Nyepi. Surat tersebut diterbitkan bersama Gubernur Bali, Pangdam, Kapolda Bali, hingga tokoh-tokoh lainnya agar perayaan bisa berjalan tertib.

Masyarakat Bali, dia berujar, selama ini telah menunjukkan praktik toleransi yang kuat. Ia menyebut pelaksanaan Nyepi yang berdekatan dengan hari besar agama lain juga pernah terjadi pada momen Idulfitri tahun lalu.

"Nyepi berjalan tidak ternodai dengan acara takbiran, sama-sama jalan. Inilah kita hidup di Indonesia yang berdampingan, kemudian kita mesti menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945," pungkasnya.



Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork