detikBali

Badung Lanjut Tata 5 Desa Wisata di 2026, Monumen Siat Tipat Dibangun

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Badung Lanjut Tata 5 Desa Wisata di 2026, Monumen Siat Tipat Dibangun


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Warga Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung merayakan tradisi siat tipat bantal dengan suka cita beberapa waktu lalu.
Warga Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung merayakan tradisi siat tipat bantal dengan suka cita beberapa waktu lalu. (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung berencana melanjutkan penataan infrastruktur pada lima desa wisata sepanjang 2026. Salah satu fokus utama program tersebut adalah rencana pembangunan patung atau monumen Siat Tipat di Desa Wisata Kapal, Kecamatan Mengwi.

"Kami merencanakan pembuatan Patung Siat Tipat di depan Wantilan Desa Kapal sesuai masukan dari Musrenbangdes tahun lalu. Saat ini kami sedang melakukan penjajakan desain agar hasilnya nanti ideal dan sesuai dengan kearifan lokal di sana," kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispar Badung, I Gede Made Sukayasa, Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sukayasa, pembangunan patung tersebut penting sebagai penanda ikon pariwisata di Gumi Keris. Tradisi perang atau siat tipat dalam Aci Tabuh Rah Pengangon yang digelar warga adat setempat setiap Purnama Sasih Kapat atau bulan keempat kalender Bali juga telah masuk kalender event pariwisata tahunan Badung.

"Sama seperti Desa Munggu yang lebih dulu punya monumen yang berkaitan dengan tradisi, kearifan lokal setempat dengan monumen Mekotek-nya. Hal yang sama kami bangun di Desa Kapal," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain Desa Wisata Kapal, program pengembangan juga menyasar Desa Wisata Petang, Kecamatan Petang; Desa Munggu, Kecamatan Mengwi; Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal; serta Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Kelima desa tersebut merupakan bagian dari total 18 desa wisata yang ada di Kabupaten Badung.

"Dari 18 desa wisata, kebetulan untuk tahun ini ada lima yang kami tingkatkan sarana prasarananya sesuai arahan visi-misi pimpinan. Seluruh kegiatan ini hampir semua sifatnya lanjutan karena di tahun-tahun sebelumnya masih banyak infrastruktur yang kurang," ujar Sukayasa.

Fokus Penataan di Tiap Desa Wisata

Di Desa Wisata Petang, penataan difokuskan pada pengembangan potensi air terjun kembar yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan Eropa dan domestik, namun belakangan mulai berkurang kunjungannya. Kondisi akses jalan yang masih becek serta belum tersedianya fasilitas toilet dan tempat istirahat menjadi prioritas perbaikan.

"Sarana jalan menuju air terjun itu masih kurang baik, masih becek, dan fasilitas toilet serta tempat peristirahatan wisatawan juga belum ada. Potensi air terjun ini sebenarnya bagus sekali dan sudah ada kunjungan rutin, terutama sejak masa pandemi kemarin," tuturnya.

Sementara itu, penataan di Desa Wisata Munggu meliputi pembangunan taman di area monumen Mekotek serta penyediaan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif. Di Desa Bongkasa Pertiwi, pengembangan diarahkan pada kawasan Beji Penglukatan yang memiliki debit air besar dan potensi wisata religi.

"Untuk di Munggu kami rancang lanjutan fasilitas pendukung seperti taman dan tempat ekonomi kreatif jika pembiayaan mencukupi. Sedangkan di Bongkasa Pertiwi, ada potensi Beji Penglukatan di tebing yang akan dikembangkan untuk wisata melukat di area jaba-nya (luar area)," jelas Sukayasa.

Adapun Desa Wisata Pangsan juga akan mendapatkan penataan pada sejumlah sudut desa. Sebelumnya, desa ini telah membangun area parkir dan gerai tiket. Dalam waktu dekat, Dispar Badung akan melakukan survei lanjutan untuk menentukan detail pengerjaan di masing-masing lokasi.




(dpw/dpw)










Hide Ads