Atraksi gajah tunggang di Mason Elephant Park Bali, Gianyar, akhirnya dihentikan. Atraksi itu resmi ditutup mulai 25 Januari 2026.
"PT Wisatareksa Gajah Perdana menyampaikan bahwa perusahaan secara resmi menghentikan seluruh aktivitas gajah tunggang (elephant riding) per tanggal 25 Januari 2026," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali Ratna Hendratmoko melalui siaran pers, Senin (26/1/2025).
Moko mengatakan, pernyataan penutupan atraksi gajah tunggang sudah diteken pihak manajemen Mason Elephant Park. Hal itu dilakukan setelah manajemen Mason Elephant Park dikirimi surat peringatan dua kali oleh Kementerian Kehutanan sejak 21 Januari 2026.
Pada hari yang sama, atraksi gajah tunggang di Mason Elephant Park disidak. Hasilnya, tidak ada aktivitas menunggang gajah oleh para pengunjung maupun karyawan Mason Elephant Park.
"Berdasarkan hasil pemantauan pada pukul 16.00 Wita, diketahui sudah tidak ditemukan adanya peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi
tersebut," kata Moko.
Moko mengatakan, BKSDA Bali akan melakukan pengawasan, pendampingan teknis, dan pelaporan berkala ke Kementerian Kehutanan. Hal itu dilakukan terhadap semua lembaga konservasi di Bali agar kebijakan itu diterapkan secara penuh.
"Kami kembali menegaskan bahwa seluruh lembaga konservasi wajib menghentikan elephant riding dan mulai bertransformasi menuju wisata satwa yang lebih edukatif, inovatif, dan beretika," katanya.
Sebelumnya, Mason Elephant Park, Gianyar, Bali, tengah disorot lantaran masih membuka atraksi tunggang gajah. Padahal, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah melayangkan surat peringatan (SP) melalui Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.
Simak Video " Menghadapi Tantangan Uji Nyali di Makam Trunyan, Bali"
(nor/nor)