Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar menghadapi dilema ketika menangani gelandangan dan pengemis (gepeng), manusia silver, hingga orang-orang telantar. Belakangan, para gepeng yang berkeliaran di sejumlah titik di Denpasar kebanyakan berasal dari Jawa Barat.
"Belakangan ini yang paling banyak dari daerah Jawa Barat. Rentan usia paling muda ada yang 20 tahun hingga lanjut usia sekitar 60-70 tahun," ujar Kepala Dinsos Denpasar I Gusti Ayu Laxsmy Saraswaty, Senin (19/1/2026).
"Ada yang baru datang dari Medan ke sini ngekos satu-dua bulan, selanjutnya nggak bisa bayar. Itu satu keluarga," imbuhnya.
Laxsmy menjelaskan Dinsos Denpasar memiliki standar pelayanan minimal dalam menangani gepeng hingga orang telantar. Termasuk dengan memulangkan mereka ke daerah asal masing-masing. Meski begitu, Laxsmy berujar, sejumlah gepeng yang sudah dipulangkan justru datang kembali ke Bali.
"Pandangan mereka mungkin kalau telantar pun di sini dikasih makan, lalu dipulangkan. Jadi mereka datang lagi. Tapi, memang tidak langsung ke Denpasar. Mereka bermukim dulu di Tabanan baru ke Denpasar," imbuhnya.
Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"
(iws/iws)