Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) tampak antusias menyusuri pematang sawah dan saluran irigasi di kawasan Abian Carik, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. Mereka mengikuti program Melajah Ngalam yang dirancang untuk mengenalkan ekosistem pertanian kepada generasi muda.
"Melajah Ngalam ini kami dari Abian Carik tentu mengajak anak-anak SD negeri untuk merasakan bagaimana alam itu sebenarnya. Anak-anak SD itu langsung mendapat pengalaman bahwa alam itu sebenarnya seperti ini," kata pengelola Abian Carik, AA Gde Agung Krisna Semara Putra, Sabtu (17/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program Melajah Ngalam mengedepankan pemahaman setiap tumbuhan memiliki siklus hidup alami yang tidak bisa dipaksakan oleh manusia. Melalui interaksi fisik dengan tanah, anak-anak diharapkan menyadari peran penting tanaman sebagai sistem pendukung kehidupan di masa depan.
"Tumbuhan itu punya waktunya sendiri dan dia itu bakal menyelamatkan kita di satu saat nanti. Kami ingin tanamkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bahwa tanaman itu punya rohnya sendiri," ujar Krisna.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak berkeliling kebun untuk mengenal berbagai komoditas pangan, seperti selada, sayur hijau hingga cabai. Puncak acara diisi dengan praktik menanam bibit cabai di media tanam yang telah disiapkan di area terbuka.
Krisna sengaja menargetkan anak-anak kelas 3 SD sebagai sasaran utama program Melajah Ngalam. Siswa pada tingkatan itu dinilai sudah mampu memahami edukasi yang didapatkan di Abian Carik. "Nalarnya sudah bisa menangkap di usia segitu," jelasnya.
Krisna berkomitmen melanjutkan program Melajah Ngalam meski terkendala jadwal. Program gelombang kedua rencananya digelar pada Agustus mendatang dengan merangkul sekolah lain di Kelurahan Kapal untuk memperluas jangkauan edukasi pelestarian alam.
"Kalau kemarin itu siswa SD 3 Kapal, berikutnya nanti sasarannya SD Negeri 1 Kapal," jelas Krisna.