detikBali

Truk-truk Galian C Bikin Jalan Rusak, Warga Besakih Kawan Protes

Terpopuler Koleksi Pilihan

Truk-truk Galian C Bikin Jalan Rusak, Warga Besakih Kawan Protes


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

Warga Banjar Dinas Besakih Kawan, Desa Besakih, Karangasem saat melakukan gotong royong di ruas jalan Besakih Kawan. (Dok. Warga Banjar Dinas Besakih Kawan)
Foto: Warga Banjar Dinas Besakih Kawan, Desa Besakih, Karangasem saat melakukan gotong royong di ruas jalan Besakih Kawan. (Dok. Warga Banjar Dinas Besakih Kawan)
Karangasem -

Warga Banjar Dinas Besakih Kawan, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, protes dan merasa keberatan terhadap sejumlah truk galian C yang melintas di sana. Mereka geram lantaran truk-truk dengan beban berat itu membuat jalan raya rusak.

Warga Besakih Kawan telah menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem. Namun, truk galian C hingga saat ini masih terus melintas di jalan sepanjang 1,5 kilometer (km) tersebut. Dampaknya, sejumlah ruas jalan telah rusak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setiap hari kurang lebih ada sekitar 70 truk melintas dengan muatan berat, kami takut jika terus menerus dilalui truk galian C jalan akan menjadi rusak parah," ujar salah seorang warga Banjar Dinas Besakih Kawan yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (17/1/2026).

Perjuangan warga untuk mendapatkan perbaikan akses jalan tersebut sangat panjang dan butuh kesabaran. Usulan diajukan sejak 2010. Namun, baru bisa terealisasi pada 2023 atau butuh waktu 13 tahun.

ADVERTISEMENT

"Akses jalan tersebut sangat vital bagi kami warga Banjar Dinas Besakih Kawan untuk mengangkut hasil pertanian, siswa bersekolah dan yang lainnya," ucap warga.

Dulu, sebelum jalan diperbaiki, tak ada truk melintas karena truk-truk memilih jalur lain. Namun, semenjak jalan tersebut selesai diaspal semua truk galian C yang datang dari salah satu galian di sekitar wilayah tersebut melintas di ruas jalan Besakih Kawan.

Camat Rendang Gede Sastraadi Wiguna membenarkan ada keluhan dari warga Banjar Dinas Besakih Kawan terhadap aktivitas truk galian C yang melintas di ruas jalan di wilayah mereka.

Sastraadi pernah melakukan mediasi dengan menghadirkan beberapa pihak. Mulai dari masyarakat, pengusaha, kepala dusun (kadus), perbekel, Dinas Perhubungan, PUPR dan Satpol PP untuk mencari solusi. Sayang, mediasi tak membuahkan hasil.

"Kami sudah sempat melakukan mediasi dengan menghadirkan semua pihak. Berdasarkan hasil kajian dari Dinas Perhubungan waktu itu disarankan truk yang melintas hanya bisa muat maksimal 8 ton atau 6,5 kubik yang lewat di jalan tersebut. Sayangnya upaya mediasi tersebut belum menemukan kesepakatan," ujar Sastraadi.



(hsa/hsa)









Hide Ads