Siswa SMP Negeri 3 Busungbiu terpaksa mengikuti proses belajar mengajar secara daring. Keputusan itu diambil setelah dua bangunan sekolah yang berlokasi di Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali, itu ambles tergerus air sungai yang meluap sejak dua hari lalu.
Kepala SMPN 3 Busungbiu Made Armada menyebut bangunan jebol pada bagian fondasi. Menurutnya, ruang kelas yang rusak berisiko hanyut jika kembali diterjang air. Walhasil, pembelajaran secara tatap muka untuk sementara ditiadakan demi keselamatan.
"Sangat memprihatinkan kalau ruangan itu digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Ini mencemaskan sekali," ujar Armada, Sabtu (17/1/2026).
Armada menjelaskan kerusakan terjadi pada dua bangunan, yakni ruang kelas VII dan IX. Adapun, ruang kelas VII yang digunakan oleh tiga rombongan belajar (rombel) terdampak langsung.
"Kami cemas menggunakannya karena posisinya sudah di ujung, tinggal beberapa meter saja. Kalau tidak segera diperbaiki, ini semua bisa terbawa air dan hanyut," kata Armada.
Simak Video "Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban"
(iws/iws)