Round Up

Nasib Tragis Dua PMI Asal Bali yang Tewas di Jepang dan Turki

Tim detikBali - detikBali
Senin, 12 Jan 2026 06:00 WIB
Foto: Ni Komang Dewantari, PMI asal Karangasem yang tewas di Turki. (Foto: via paman korban, I Wayan Guntur)
Buleleng -

Dua Pekerja Imigran Indonesia (PMI) asal Bali tewas di Jepang dan Turki hanya berselang beberapa hari. Mereka adalah Kadek Agus Winarta (23) asal Buleleng dan Ni Komang Dewantari (31) asal Karangasem.

Kepergian keduanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Agus Winarta meninggal pada 21 Desember 2025. Sementara Dewantari dikabarkan meninggal empat hari berselang, tepatnya pada 25 Desember 2025. Berikut rangkumannya.

Agus Winarta Tewas Tergantung di Jepang

Kadek Agus Winarta ditemukan meninggal dunia di Jepang dalam kondisi tergantung di gudang perusahaan tempatnya bekerja. Hingga kini, kepolisian setempat masih menyelidiki penyebab pasti kematian pemuda berusia 23 tahun tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buleleng, Putu Arimbawa, mengatakan pihaknya telah menerima dokumen sementara dari otoritas Jepang. Dalam dokumen tersebut disebutkan penyebab kematian Agus adalah kekurangan oksigen akibat leher tercekik.

"Dalam dokumen tertulis penyebab kematian karena kekurangan oksigen akibat leher tercekik. Cuman kebenaran gantung diri atau gimana, itu masih dalam proses penyelidikan kepolisian Jepang," kata Arimbawa, Minggu (11/1/2026).

Arimbawa mengungkapkan Agus Winarta diketahui tewas pada 21 Desember 2025. Proses pemulangan jenazah sempat tertunda karena libur akhir tahun di Negeri Matahari Terbit.

Jenazah Agus Winarta akhirnya tiba di Bali pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 17.30 Wita melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Proses penjemputan dan serah terima dilakukan dilakukan pendampingan Disnaker Buleleng dan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali.

"Staf kami ikut menjemput di bandara dan prosesnya didampingi BP3MI," ujarnya.

Setelah itu, jenazah dibawa ke Buleleng dan tiba di rumah duka di Desa Gitgit sekitar pukul 22.00 Wita.

Agus diketahui merupakan anak yatim piatu, sehingga jenazahnya disemayamkan di rumah pamannya. Rencananya, upacara pelebon akan dilaksanakan pada 15 Januari 2026.

"Tadi pagi saya ke rumah duka. Karena korban yatim piatu, jenazah disemayamkan di rumah pamannya. Rencananya akan diupacarai tanggal 15," jelas Arimbawa.

Sebelum meninggal, Agus diketahui mengikuti program magang di sektor perikanan di Jepang selama tiga tahun. Setelah masa magang berakhir pada September 2025, Agus memilih langsung bekerja dan menandatangani kontrak dengan perusahaan baru pada Oktober 2025. Namun, belum genap tiga bulan bekerja, ia ditemukan meninggal dunia.

Simak Video "Video Menaker Ungkap Tawaran Magang Dari Luar Negeri Banyak, Tapi Bahasa Jadi Kendala"


(nor/nor)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork